Diskusi kelompok pakar persiapan pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG) di Indonesia

 

 

 

 

 

Tujuan pembangunan global yang diupayakan melalui Millenium Development Goals (MDGs) telah mencapai tahap akhir pada tahun 2015 ini. Para pemangku kebijakan dari seluruh negara telah mempersiapkan agenda baru untuk fokus pembangunan yang dikenal sebagai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang diharapkan dapat menjadi kerangka acuan pembangunan seluruh negara hingga tahun 2030.

Cakupan tujuan dari SDGs, yang bertambah menjadi 17 tujuan dengan 169 target turunannya, terdiri dari beberapa tujuan MDGs yang belum tercapai, seperti pengakhiran kemiskinan dalam segala bentuk, status nutrisi, kesehatan ibu dan anak, akses terhadap air bersih dan sanitasi, kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, ketersediaan anggaran, serta perubahan iklim dan energi dan beberapa tambahan tujuan yang dirasa sangat penting untuk dimasukkan dalam agenda pembangunan global.

Untuk mencapai tujuan SDGs, diperlukan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan sektor yang solid serta peran aktif masyarakat sipil. Peran para pemangku kepentingan disini tidak hanya dari segi pelaksanaan, namun juga dari segi pemantauan mengingat target SDGs yang lebih luas sehingga data yang diperlukan jauh lebih kompleks dan rinci jika dibandingkan dengan MDGs. Oleh karena itu, akan lebih baik jika proses persiapan implementasi SDGs dimulai dengan mengumpulkan informasi apa yang akan menjadi tantangan pencapaian target sehingga dapat segera diantisipasi oleh semua pihak.

 

Diskusi Kelompok Pakar

Kementrian Bappenas bekerjasama dengan The SMERU Research Institute mengadakan diskusi kelompok pakar mengenai persiapan pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG) di Indonesia yang diselenggarakan pada 23 Desember 2015 di Hotel Double Tree, Jakarta.

 

Diskusi kelompok pakar ini membahas tiga dari 17 tujuan SDGs, yaitu:

  1. Tujuan 1 - Menghapus kemiskinan dalam segala bentuknya di manapun.
  2. Tujuan 8 - Mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dan inklusif, kesempatan kerja yang penuh dan produktif serta pekerjaan yang layak bagi semua,
  3. Tujuan 10 - Mengurangi ketimpangan di dalam dan di antara Negaranegara.

Diskusi kelompok pakar ini turut mengundang para pakar kemiskinan, ketenagakerjaan, dan kependudukan yang berasal dari kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga penelitian, akademisi, serta lembaga donor.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Mendiskusikan pencapaian tujuan MDGs terkait dengan kemiskinan, ketenagakerjaan, dan ketimpangan di Indonesia serta tantangan yang dialami.
  2. Menggali dan mendiskusikan pembelajaran (lesson learned) dari upaya pencapaian MDGs
  3. Meminta masukan mengenai hal-hal yang perlu disiapkan pemerintah pusat dalam rangka pencapaian target-target SDGs, khususnya yang terkait dengan target kemiskinan, ketenagakerjaan serta ketimpangan.

Diskusi kelompok pakar ini merupakan bagian dari kontribusi SMERU dalam rangka memperkuat peran masyarakat sipil dan akademik dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan di sektor publik dan privat.


Share it