Kota-Kota di Indonesia Tidak Layak Ditinggali Anak

Fathiyah Wardah | Voa Indonesia | Rabu, 18 September 2013

 

 

 

Kementerian Negara Pemberdayaan dan Perlindungan Anak menyatakan hingga saat ini belum ada kota di Indonesia yang masuk kategori ramah terhadap anak.

JAKARTA —  Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menyatakan hingga saat ini belum ada kota di Indonesia yang masuk kategori ramah terhadap anak, yaitu yang mengintegrasikan semua aspek kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan dan taman bermain untuk menunjang kehidupan anak Indonesia.

Bantuan tersebut menurut Linda diberikan untuk memperbesar partisipasi pendidikan anak-anak pada kelompok kurang mampu khususnya di daerah terpencil dan kawasan nelayan. Pemerintah lanjutnya juga akan memperbaiki kesehatan anak-anak, ujarnya.

“Tetapi paling tidak sudah ada peraturan daerah-peraturan daerah yang mengatur bagaiamana hak-hak anak terpenuhi sehingga dampaknya siapapun yang menjadi bupati atau walikota karena ada perdanya itu akan aman bahwa harus melanjutkan aturan-aturan bagi proses tumbuh kembang anak dan perlindungan anak itu.”

Sementara itu, Direktur Lembaga Penelitian SMERU Asep Suryahadi menyatakan harus ada koordinasi lintas sektor yang baik agar kota layak anak di Indonesia bisa tercapai.

“Sebenarnya masalahnya klasik yang utama tetap ke masalah koordinasi dan integrasi dari program-program yang ada ini. Nah bagaimana nih supaya dikoordinasikan, diintegrasikan bahwa targetnya itu sama,” ujarnya.

Selengkapnya...

 


Share it