Dinamika Ketimpangan dan Penghidupan di Perdesaan Indonesia, 2006–2016


ABSTRAK

Topik ketimpangan menjadi isu yang hangat dalam perdebatan pembangunan di Indonesia, terutama di daerah perdesaan yang dalam satu dekade terakhir mengalami peningkatan ketimpangan. Studi ini bertujuan melihat berbagai faktor dalam kerangka modal penghidupan dan mengaitkannya dengan dinamika ketimpangan yang terjadi di wilayah perdesaan. Termasuk dalam modal penghidupan adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, modal infrastruktur fisik, modal keuangan, dan modal sosial. Hasil analisis studi ini diharapkan memberi gambaran mengenai tantangan yang dihadapi dalam upaya pengurangan ketimpangan, terutama hal-hal yang menghalangi masyarakat kelompok termiskin untuk melakukan mobilitas sosial ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.

Analisis dalam studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik analisis deskriptif dengan menampilkan tabulasi silang antara indikator-indikator yang mewakili masing-masing modal penghidupan di satu sisi dan kelompok kesejahteraan di sisi lain. Sumber data utama yang digunakan adalah, antara lain, Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas), Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Indonesia Family Life Survey (IFLS), Sensus Penduduk, Sensus Pertanian, Sensus Potensi Desa, dan data Peta Kemiskinan Indonesia.

Beberapa hal yang diduga berkaitan dengan atau turut berkontribusi pada ketimpangan ekonomi perdesaan terlihat melalui studi ini, seperti rendahnya capaian pendidikan kelompok termiskin perdesaan, dominasi kelompok terkaya dalam penguasaan lahan pertanian, pembangunan infrastruktur fisik yang lebih tersebar di desa-desa maju, serta ancaman kohesi sosial yang bersumber dari keberagaman identitas dengan diiringi sikap primordialisme dan berujung pada konflik sosial. Faktor-faktor ini selanjutnya akan disempurnakan pada kertas kerja kedua dan ketiga dengan menguji kekuatan kontribusi masing-masing faktor dan membandingkan besarannya dalam menjelaskan perubahan ketimpangan perdesaan. Berdasarkan temuan dari ketiga kertas kerja tersebut, implikasi kebijakan yang lebih konkret dapat diformulasikan.

Kata kunci: ketimpangan, modal penghidupan, perdesaan