Diskusi Publik Jaringan Peduli Anak Indonesia (JPAI) "Media dan Pemberitaan Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Indonesia"

,
Pembicara:
Diena Haryana
Mariam F Batara
Ratna Komala
Bekti Nugroho
Mohamad Heychael
Endah Lismartini
Deskripsi:

 

Kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi berita utama di berbagai media di Indonesia saat ini. Masyarakat bisa mendapatkan cerita eksplisit, identitas, foto korban dan pelaku kekerasan yang melibatkan anak-anak dari berita yang disampaikan oleh media. Minat dan perhatian masyarakat yang besar terhadap kasus ini membuat banyak media melupakan prinsip kode etik jurnalisme yang telah disusun oleh Dewan Pers Indonesia, yaitu wartawan tidak boleh menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Materi berita kasus kekerasan seksual yang banyak beredar di media seringkali bertentangan dengan Pasal 19 UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU 11/2012). Pasal ini menyatakan bahwa identitas (meliputi nama, nama orang tua, alamat,  wajah,  dan  hal  lain yang  dapat  mengungkapkan  jati  diri anak) korban, pelaku, dan saksi yang masih di bawah umur wajib untuk dirahasiakan dalam pemberitaan di media cetak ataupun elektronik. UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Perlindungan Anak juga mempertegas peran aktif media untuk menghilangkan pelabelan negatif terhadap anak. Pengabaian kode etik oleh wartawan bukan tanpa konsekuensi. Jika kualitas pemberitaan media dalam mengangkat isu kekerasan, khususnya kekerasan seksual terhadap anak tidak diperbaiki, viktimisasi yang dilakukan oleh media terhadap korban anak akan berlanjut. 

Telah banyak diskusi yang mencoba untuk mencari langkah terbaik dalam menangani anak, seperti peningkatan kualitas pencarian bukti forensik, penyediaan konseling dan intervensi psikososial untuk menghilangkan trauma, dan memberikan perlindungan khusus dalam proses peradilan. Sementara diskusi atau pembahasan tentang publikasi dan media masih sangat jarang ditemui dan perlu untuk mulai dikembangkan dengan mempertemukan para wartawan, pemerhati hak anak, advokat, pemangku kepentingan dan para ppemangku kebijakan.

Berdasarkan kebutuhan ini, Jaringan Perlindungan Anak Indonesia (JPAI) dan The SMERU Research Institute menilai perlu dilakukan diskusi publik dengan melibatkan media, kementerian dan lembaga terkait, organisasi dan masyarakat sipil dan pemangku kepentingan lainnya agar media bisa kembali berperan sebagai pihak yang menyampaikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat dan tetap menghormati hak-hak anak dan kode etik jurnalistik. 

 

Tujuan

  1. Mengidentifikasi peran media dalam upaya perlindungan anak di Indonesia
  2. Memetakan masalah atau gap kebijakan terkait kode etik jurnalisme dan penyelenggaraanya
  3. Memberikan rekomendasi untuk memperkuat peran kode etik jurnalisme dalam memberitaan media yang terkait kekerasan terhadap anak. 
Berkas:
Waktu: Selasa, June 21, 2016 , 13:30 - 18:00 (GMT+7)
Tempat:
The SMERU Research Institute, Jl. Cikini Raya No 10A, Jakarta.
Kontak: Nuning Akhmadi , nuninga@smeru.or.id

Bagikan Postingan Ini