Kajian Awal Pelaksanaan Program Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (e-Warong Kube-PKH)

Syaikhu Usman , M. Sulton Mawardi , M. Sulton Mawardi, Ruhmaniyati , Ana Rosidha Tamyis, Asep Kurniawan, Budiani
2017

Mitra Kerja

Mitra kerja teknis :

Kolaborasi Masyarakat & Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK)

 

Mitra pendanaan :
The Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT)

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan awal program e-Warong Kube-PKH.

 

Deskripsi

Pada pertengahan 2016 pemerintah meluncurkan program Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (e-Warong Kube-PKH) dalam skala perintisan. Program ini merupakan pengalihan bantuan sosial tunai ke bantuan sosial nontunai berbasis digital. Tujuan program ini adalah, antara lain, meningkatkan efektivitas bantuan sosial dan memperluas cakupan pelayanan keuangan inklusif.

Pada awal November 2016, atas permintaan Bappenas dan dengan dukungan KOMPAK, The SMERU Research Institute melakukan kajian awal tentang persiapan dan pelaksanaan program e-Warong Kube-PKH di lima kota/kabupaten. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan narasumber para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah.

Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan kajian singkat ini adalah memperoleh gambaran aktual tentang pelaksanaan program e-Warong. Secara spesifik, tujuan kajian ini adalah.

  1. Mengetahui persepsi para pemangku kepentingan di lapangan tentang konsep e-Warong.
  2. Mengetahui kesiapan para pemangku kepentingan dalam melaksanakan program e-Warong.
  3. Menyediakan bahan masukan dan pembelajaran untuk memperbaiki pelaksanaan program e-Warong.

 

Para pemangku kepentingan menyatakan bahwa program e-Warong Kube-PKH secara operasional layak dilaksanakan. Meskipun demikian, hasil kajian menunjukkan bahwa persiapan pelaksanaannya belum matang, antara lain, karena belum adanya kelengkapan regulasi program seperti pedoman umum, petunjuk teknis operasional maupun kejelasan kerja sama antarpihak. Selain kelengkapan regulasi, keberhasilan pelaksanaan e-Warong Kube-PKH ke depan memerlukan beberapa prasyarat terkait pembangunan dan pemantapan organisasi, pengelolaan fungsinya (sebagai titik distribusi bantuan sosial nontunai, agen bank, dan komponen livelihood/penghidupan masyarakat miskin), serta mekanisme pemantauan dan evaluasi yang efektif.

 

Area Penelitian

Sampel kajian terdiri atas sepuluh lokasi e-Warong yang tersebar di lima kota/kabupaten (Batam, Balikpapan, Denpasar, Kediri, dan Malang). Pemilihan lokasi sampel dan e-Warong didasarkan pada sebaran geografis yang merepresentasikan wilayah nasional, jumlah e-Warong yang telah beroperasi, serta waktu pelaksanaan peresmian.

 

Metodologi

Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulkan data/informasi menggunakan instrumen panduan wawancara individu dan kelompok, observasi, dan pengumpulan data sekunder. Informan adalah para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah. Secara umum studi ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif-komparatif.

 

Diseminasi

Temuan awal dari studi ini telah dipresentasikan di beberapa agenda, seperti:

  • Presentasi dengan judul "Kajian Awal Pelaksanaan Program Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (e-Warong Kube-PKH)" oleh Widjajanti Isdijoso pada acara Diskusi Kelompok Terarah Pelaksanaan PKH Non Tunai di Indonesia yang diselenggarakan oleh Staf Ahli Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, Bappenas, pada 14 Desember 2016 di Jakarta.
     
  • Presentasi dengan judul “Kajian Awal Pelaksanaan Program Elektronik Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (e-Warong Kube-PKH)” oleh Sulton Mawardi pada acara Presentasi Hasil Kajian Awal Pelaksanaan Program e-Warong Kube-PKH yang diselenggarakan oleh Bappenas pada 16 Desember 2016 di Jakarta.
     
  • Memberikan masukan terkait penyusunan Petunjuk Teknis (juknis) Kube Jasa (Kube pengelola e-Warong) berdasarkan hasil temuan studi SMERU pada acara Finalisasi Petunjuk Pelaksanaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) Jasa yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial pada 23 Mei 2017 di Bandung. 

 

 

Publikasi