Kualitas Guru di Kabupaten Bima Perlu Dibenahi

oleh *Bin | Rabu, 27 Juli 2016 | Online Edition, www.kahaba.net

 

 

 

 

Kabupaten Bima, Kahaba. Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan lembaga penelitian SMERU, mengadakan survei pemangku kepentingan pendidikan tingkat Kabupaten dan Kota.

Kegiatan tersebut digelar melalui Program Kemitraan Inovasi untuk Sekolah Indonesia (INOVASI), dan hasilnya dibahas dalam focus discussion group (FGD), Selasa (26/7) di ruang rapat Bappeda Kabupaten Bima.

Di Kabupaten Bima, tim yang dipimpin koordinator Hastuti melakukan serangkaian FGD atau diskusi terbatas dengan 15 orang pemangku kepentingan di bidang pendidikan. SMERU mengundang Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Dinas Dikpora, Dewan Pendidikan, Pengawas Pendidikan, Bappeda dan instansi terkait lainnya.

Sebelum FGD, Tim SMERU melakukan survey di beberapa sekolah yang ditujukan untuk menemukenali hambatan dan bagaimana para pemangku kepentingan berkomunikasi guna mengatasi hambatan yang ada agar kualitas pendidikan dapat ditingkatkan. Hasil survei selanjutnya dibahas dalam FGD.

“FGD ini ditujukan untuk meningkatkan hasil pembelajaran siswa di jenjang jaringan dasar. Di provinsi NTB, ada 6 Kabupaten Kota yang menjadi lokasi sampel yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa, Lombok Utara, Dompu dan Kabupaten Sumbawa Barat,” sebutnya.

Selengkapnya...


Bagikan Postingan Ini