Menilik Efektivitas Bantuan Langsung Tunai

Pandemi COVID-19 di Indonesia telah mengakibatkan krisis sosial-ekonomi yang dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok 40% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Untuk menangani krisis tersebut, pemerintah telah menerapkan program-program jaring pengaman sosial (JPS) yang mencakup, salah satunya, bantuan langsung tunai. Pertanyaan pentingnya adalah seberapa efektif penerapan berbagai program tersebut dijalankan oleh pemerintah, baik pada tingkat nasional maupun daerah.

Pada 30 April 2020 Ibu Widjajanti Isdijoso, Direktur SMERU, diundang sebagai salah satu narasumber dalam acara Ngobrol@Tempo, sebuah talk show online dengan tema Menilik Efektivitas Bantuan Langsung Tunai. Narasumber lain dalam acara tersebut adalah Bapak Hartono Laras (Sekretaris Jendral Kementerian Sosial RI) dan Ibu Airin Rachmi Diany (Wali Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten).

Dalam acara bincang-bincang tersebut, Ibu Widjajanti mengulas tentang kompleksitas pendataan penerima bantuan sosial dari pemerintah, terutama terkait pemutakhiran data penerima bantuan oleh pemerintah daerah. Yang juga menambah rumit permasalahan adalah karakteristik krisis yang berbeda kali ini yang dampaknya telah menyebabkan orang-orang—yang tadinya tidak termasuk dalam daftar 40% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah—menjadi masyarakat miskin baru.

Apa saja hasil diskusi dalam talk show tersebut?

Simak selengkapnya di tautan ini.


Bagikan Postingan Ini