Pendidikan Berkualitas Belum Merata

Oleh Kabul Astuti | Selasa, 9 Mei 2017 | Republika Online

 

 

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendidikan berkualitas belum dapat diakses secara merata oleh masyarakat tidak mampu. Peneliti SMERU Research Institute, Heni Kurniasih, mengatakan ada indikasi perbedaan kualitas pendidikan antara siswa miskin dan siswa kaya. Tingkat ekonomi berkorelasi positif dengan kemampuan terhadap akses pendidikan berkualitas.

Hal itu salah satunya tampak dari akreditasi sekolah dan hasil Ujian Nasional (UN). "Kelompok masyarakat dengan pengeluaran perkapita lebih tinggi dari sisi ujian nasional cenderung hasilnya lebih tinggi, itu terjadi untuk SD, SMP, sampai SMA. Mereka mendapat akses pendidikan lebih baik. Dari data 1997-2000an, tidak ada banyak perubahan," kata Heni Kurniasih, di Jakarta, Selasa (9/5). 

Menurut Heni, masih ada beberapa tantangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ia mengatakan standar pelayanan minimum pendidikan belum tercapai. Dalam prakteknya, masih banyak sekolah yang mengalami kekurangan buku-buku teks, keterbatasan laboratorium, guru yang tidak memenuhi kualifikasi, serta kurangnya guru mata pelajaran.

Selengkapnya.....