Studi Kualitatif Dampak PNPM-Perdesaan di Jawa Timur, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tenggara


TIM PENELITI

Peneliti SMERU
Muhammad Syukri, Sulton Mawardi. Akhmadi, Sirojudin Arif, Kartawijaya, Asep Kurniawan

Peneliti Lapangan

Jawa Timur:
Agung Tri Darmawanto, Amelia Nur Puspita, Ari Ratna, Dhany Septimawan Sutopo, Irmia Fitriyah, Joko Purnomo, Mila M. Jamhari, Nashirul Uman, Pantri Muthriana Erza Killian, Tasyhudi, Tri Susanti ,Wiyarsanto

Sumatra Barat:
Nurus Shalihin Jamra, Testru Hendra, Abrar, Irsadunnas, Rezi Rahmazona, Fifi Erifawati, Lucky Zamzami, Firdaus, Devi Fitriani, Nofri Yani, Rozidateno Putri Hanida, Alfi Husni

Sulawesi Tenggara:
Alimin Tasi, Anita Rahman, Asyriani, Awaluddin Hamzah, Mia Ariana, Mastri Susilo, Muhammad Mukmin Fahimuddin, Rosmini, Sitti Hermin Taher, Supriadin, M. Syahadat, Hardiana Bansi

 

ABSTRAK

Studi ini bertujuan untuk melihat dampak dari PNPM Perdesaan terutama terhadap penurunan kemiskinan, partisipasi warga, dan akuntabilitas, transparansi, dan ketanggapan pemerintah di tingkat desa. Selain itu, studi ini juga memeriksa dampak PNPM-Perdesaan terhadap pemenuhan kebutuhan utama warga miskin di perdesaan serta sejauh mana pemberdayaan telah terjadi. Studi ini dilaksanakan di 18 desa di tiga provinsi, yaitu Jawa Timur, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tenggara. Pada awalnya, studi ini didesain untuk membagi wilayah penelitian menjadi daerah perlakuan dan kontrol. Namun, karena pada tahun 2010, PNPM-perdesaan sudah meliputi semua kecamatan, tidak ada lagi daerah penelitian yang sepenuhnya bisa dijadikan wilayah kontrol. Secara metodologi, studi ini menggunakan panel kualitatif dan membandingkan hasil Studi Dampak PNPM 2010 dengan hasil Studi Baseline PNPM 2007. Secara umum, studi ini menemukan bahwa PNPM-Perdesaan sudah dijalankan dengan baik. Untuk program open menu, hampir semua desa memanfaatkannya untuk pembangunan infrastruktur. Namun, hanya sebagian kecil program SPP-PNPM betul-betul bisa dimanfaatkan oleh warga miskin. Terkait kemiskinan, terjadi penurunan kemiskinan dengan tingkat yang bervariasi di hampir semua wilayah penelitian. Hanya saja, untuk isu partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas, ada perbedaan besar antara apa yang terjadi di dalam program dan di luar program. Partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas berjalan dengan sangat baik dalam pelaksanaan PNPM-Perdesaan. Namun, di luar PNPM, yaitu dalam pemerintahan desa atau dalam pelaksanaan program selain PNPMPerdesaan, partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas tetap rendah. Selain itu, dilihat dari segi kesesuaian kebutuhan utama warga miskin dengan proyek yang disetujui dalam PNPM, di daerah penelitian hampir tidak ditemukan proyek PNPM yang bersesuaian dengan kebutuhan warga miskin. Hal ini dapat memberi indikasi bahwa pemberdayaan masyarakat miskin belum berjalan dengan baik dalam PNPM.

Kata kunci: PNPM-Perdesaan, dampak, kemiskinan, partisipasi, transparansi, akuntabilitas


Bagikan Postingan Ini