Studi Manajemen Kebersihan Menstruasi Dalam Tingkat Mengurangi TIngkat Putus Sekolah Anak Perempuan

Hastuti , Rika Kumala Dewi, Rezanti Putri Pramana
2018

Mitra Kerja

Project Donor/Funder:

Yayasan Plan International Indonesia 

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Studi global mengungkap adanya hubungan erat antara fasilitas sanitasi/kebersihan di sekolah dan angka melanjutkan sekolah serta tingkat absensi siswa perempuan saat menstruasi. Di Indonesia, kebanyakan sekolah dasar (SD) memiliki kendala fasilitas sanitasi/kebersihan, tetapi studi tentang manajamen kesehatan menstruasi (MKM) masih terbatas. Oleh karena itu, the SMERU Research Institute (SMERU) bekerjasama dengan Plan International Indonesia (PLAN) melakukan studi tentang praktik dan dampak MKM di tingkat SD dan sekolah menengah pertama (SMP), sekaligus untuk mengevaluasi program MKM yang sudah dilakukan Plan sejak 2014.

 

Tujuan Penelitian

Secara umum, studi ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan praktik MKM serta dampaknya terhadap tingkat kehadiran dan partisipasi sekolah anak perempuan di SD yang sudah dan belum mendapatkan intervensi MKM dari Plan. 
 
Secara khusus, tujuan studi ini adalah untuk:
  1. Mengetahui praktik MKM siswa perempuan di SD daerah pedesaan dan perkotaan yang sudah dan belum mendapatkan intervensi MKM Plan;
     
  2. Mengetahui bagaimana praktik MKM dapat berkontribusi pada tingkat kehadiran dan partisipasi anak perempuan di SD;
     
  3. Melakukan studi baseline tentang pengetahuan, praktik, sikap dan kemampuan siswa menangani masalah terkait dengan kebiasaan dan ketersediaan fasilitas MKM di SMP yang belum menerima intervensi PLAN;
     
  4. Memberi masukan, apakah program MKM dapat ditingkatkan dan diperluas, serta pelaksanaannya dapat bersifat transformative gender dan inklusif (khusus hasil studi di Provinsi NTT dan NTB)

 

Metodologi

Studi kualitatif ini dilakukan di Kotamadya Jakarta Barat (DKI Jakarta), Kabupaten Nagekeo (NTT), dan Kabupaten Lombok Utara (NTB). Informasi dikumpulkan dari SD intervensi (penerima program MKM Plan), SD control, SMP, dan pemangku kepentingan tingkat kabupaten/kotamadya hingga masyarakat. Studi ini menemukan bahwa kondisi di DKI Jakarta relative lebih baik meski tidak terlalu berbeda dengan daerah lain. 

 

Temuan Penelitian

Studi ini menemukan bahwa kondisi di DKI Jakarta relative lebih baik mesti tidak terlalu berbeda dengan daerah lain. Di semua wilayah terdapat nilai budaya/mitos yang berpotensi mendorong praktik MKM yang tidak baik. Di tingkat sekolah, fasilitas penunjang MKM kurang memadai. Sementara itu, pengetahuan, praktik, dan keterampilan MKM siswa masih rendah dan ada yang mengalami perundungan saat menstruasi. Menstruasi juga menyebabkan siswa mengalami keluhan fisik dan psikis, serta berdampak pada konsentrasi, partisipasi, dan absensi. Program MKM Plan mendapat respon positif tetapi dampaknya terhadap pemahaman dan praktik MKM kurang efektif, khususnya di DKI Jakarta dan NTB, antara lain karena sosialisasi yang terbatas. 

 

Rekomendasi Kebijakan

Program ini perlu dilanjutkan dan diperluas jangkauannya, tetapi dengan dibarengi perbaikan kegiatan, seperti sosialisasi yang lebih gencar, luas, dan mendalam, dan terus menerus untuk meningkatkan pemahaman berbagai pihak, khususnya siswa perempuan dan laki-laki, terhadap isu menstruasi dan MKM


Bagikan Postingan Ini