Indeks Pembangunan Pemuda, Catatan Kebijakan, dan Dokumen Strategi Nasional Kewirausahaan Pemuda

Rika Kumala Dewi , Dyan Widyaningsih, Ridho Al Izzati , Fatin Nuha Astini
2020

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Di bawah koordinasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pemerintah Indonesia sedang menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 beserta rencana aksinya. Memastikan bahwa rencana tersebut memberikan perhatian besar terhadap investasi pada pemuda akan membantu mendapatkan hasil pembangunan yang positif selama periode bonus demografi.

Untuk memantau kemajuan pembangunan pemuda sebagai hasil investasi pada pemuda, diperlukan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang terbarukan guna memastikan relevansi, efektivitas, dan efisiensi kebijakan dan program pembangunan pemuda dalam rangka meningkatkan kapasitas pemuda dan menetapkan target rencana investasi masa depan.

 

Tujuan

Secara umum, studi kami bertujuan menghasilkan rencana pembangunan yang baik di Indonesia. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi upaya advokasi untuk perbaikan lingkungan kebijakan, program, dan arahan terkait isu-isu pembangunan pemuda Indonesia pada periode 2020–2024.

Secara khusus, tujuan proyek ini adalah

  1. menyusun catatan kebijakan tentang pemuda yang dimaksudkan untuk mengembangkan dokumen teknokratis RPJMN 2020–2024;
  2. menyusun Dokumen Strategi Nasional Kewirausahaan Pemuda; dan
  3. mengembangkan Indeks Pembangunan Pemuda 2019.

 

Metodologi

Proyek ini terdiri atas tiga studi dengan metodologi atau pendekatan yang berbeda-beda.
  

1. Catatan Kebijakan tentang Pemuda

Kami akan mulai mengembangkan catatan kebijakan yang menawarkan rekomendasi untuk mengatasi masalah kehamilan remaja dan meninjau dokumen tentang isu tersebut, termasuk literatur, kebijakan dan program pemerintah serta laporan evaluasinya, dan analisis statistik deskriptif data terbaru yang tersedia. Selanjutnya, kami akan mengadakan pertemuan dengan pemangku kepentingan terkait untuk mendapatkan masukan atas draf catatan kebijakan tersebut.
  
2. Dokumen Strategi Nasional Kewirausahaan Pemuda

Untuk menyusun Dokumen Strategi Nasional Kewirausahaan Pemuda, kami akan menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari wawancara dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah, akademisi, sektor swasta, organisasi nonpemerintah, serta perwakilan komunitas pemuda dan pemilik usaha muda.

Data kuantitatif dalam studi ini merupakan data sekunder yang bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2019 Badan Pusat Statistik (BPS) dan data primer yang diperoleh melalui Survei Daring Kewirausahaan Pemuda dan Pengalaman Kerja.
  

3. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2019

BPS, Bappenas, dan SMERU akan bekerja sama secara intensif dalam melaksanakan studi ini. BPS akan menghitung data IPP, sedangkan SMERU akan menyusun laporannya. Untuk menarasikan angka-angka IPP, kami akan menggali faktor-faktor dan penjelasan yang mungkin di balik kemajuan IPP berdasarkan tinjauan atas kajian-kajian sebelumnya terkait berbagai aspek pembangunan pemuda. Kami akan mengumpulkan umpan balik dari para ahli, BPS, dan Bappenas guna memastikan bahwa kami menghasilkan laporan dan analisis yang berkualitas. Selain itu, laporan studi ini akan memiliki bagian khusus yang membahas studi kasus tentang bagaimana memanfaatkan data IPP dalam menganalisis akar masalah dan mengidentifikasi kebijakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Akan ada kerja lapangan di provinsi terpilih untuk kegiatan wawancara dan FGD dengan pemangku kepentingan terkait. Kami akan bekerja intensif dengan Bappenas untuk merancang wawancara dan FGD, serta menentukan informan/peserta.


Bagikan Postingan Ini