Kajian Dampak Bantuan Iuran Program Jaminan Kesehatan pada Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu

Athia Yumna , Nurmala Selly Saputri , Sri Murniati
2021

Mitra Kerja

Project Donor/Funder: Bappenas

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Background

Sejauh ini, belum ada studi yang secara khusus membahas mengenai analisis dampak bantuan iuran PBI JKN menggunakan data yang terbaru. Studi yang ada rata-rata menggunakan data 2014-2017. Implementasi tahun pertama JKN berdampak pada peningkatan kemungkinan masyarakat miskin dan dekat penduduk miskin untuk mengakses rawat jalan di fasilitas kesehatan lainnya (Rolindrawan, 2015). Utilisasi layanan rawat inap di rumah sakit pada kelompok peserta JKN meningkat pada tahun 2015 ke tahun 2016 (Pujianto & Ariani, 2017). Program JKN meningkatkan akses layanan rawat inap 115,8% dan terbukti mampu mempersempit kesenjangan layanan rawat inap di rumah sakit diantara peserta JKN (Nugraheni, 2017). Program JKN dapat meningkatkan akses terhadap jasa layanan kesehatan dan kenaikan kepemilikan JKN akan meningkatkan pemanfaatan rawat jalan dan rawat inap, serta durasi rawat selama 0.86 hari (LPEM UI, 2017). Pengeluaran kesehatan rumah tangga pemilik JKN-KIS rata-rata lebih rendah Rp 2,405 per kapita per bulan. Peserta JKN-KIS kelompok 20% termiskin memiliki pengeluaran kesehatan lebih rendah sebesar Rp. 25.079/kapita/bulan (LPEM UI, 2016). Kepemilikan jaminan kesehatan memberikan proteksi finansial yang diakibatkan pengeluaran biaya kesehatan, khususnya pengeluaran biaya katastropik jika dibandingkan dengan yang tidak memiliki jaminan kesehatan (Tarigan & Suryati, 2018).

Studi dampak bantuan iuran program JKN diperlukan untuk menjawab ketercapaian tujuan pemberian program JKN bagi penduduk miskin dan rentan berdasarkan data yang terbaru. Masih rendahnya akses pelayanan, tingginya biaya out of pocket, dan permasalahan mekanisme penyaluran PBI perlu dianalisis secara lebih mendalam menggunakan data terbaru yang sudah tersedia.

Objective

Untuk mengetahui ketercapaian tujuan pemberian PBI JKN, studi ini akan mencangkup dua point pembahasan diantaranya:

  • Mengukur seberapa besar perluasan akses dan peningkatan penggunaan (utilisasi) pelayanan kesehatan untuk penduduk miskin dan tidak mampu setelah adanya Program PBI JKN.
  • Mengukur seberapa besar perlindungan/proteksi finansial pada penduduk miskin dan tidak mampu setelah adanya Program PBI JKN.

Methodology

Membahas dan mengukur keberhasilan dari tujuan diselenggarakannya program JKN khususnya pemberian PBI JKN bagi penduduk miskin dan tidak mampu dengan 1) menghitung peningkatan akses dan peningkatan penggunaan (utilisasi) pelayanan kesehatan untuk penduduk miskin dan tidak mampu setelah adanya Program PBI JKN; 2) mengitung biaya out of pocket (OOP) peserta PBI JKN untuk melihat perlindungan/proteksi finansial pada penduduk miskin dan tidak mampu setelah adanya Program PBI JKN. Diskusi lanjutan dengan beberapa pemangku kepentingan juga akan dilakukan untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif.


Bagikan Postingan Ini