Kajian Dampak COVID-19 terhadap Penciptaan Kesempatan Kerja Sektoral, Program Perencanaan Pembangunan Nasional

Muhammad Adi Rahman , Sylvia Andriyani Kusumandari, Fauzan Kemal Musthofa, Akhmad Ramadhan Fatah
2021

Gambaran dan Perkembangan

Background

Pandemi global Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 pada tahun 2020 telah menyebabkan pelambatan aktivitas ekonomi dunia, termasuk di Indonesia yang berdampak terhadap penurunan penciptaan kesempatan kerja dan besarnya jumlah pekerja yang dirumahkan atau di-PHK. Data hasil rekonsiliasi Kementerian Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan, pada Mei 2020 mencatat terdapat 1,7 juta orang pekerja terdampak Covid-19. Studi LIPI (2020)1 menyatakan bahwa mayoritas pekerja yang di-PHK adalah pekerja usia muda (15-24 tahun). Sektor yang mengalami PHK tertinggi, yaitu konstruksi, serta perdagangan, rumah makan, dan jasa akomodasi. Studi Bank Dunia (2020)2 juga menyatakan bahwa sebanyak 24 persen respondennya telah di-PHK pada akhir Mei 2020, dan mayoritas bekerja di sektor manufaktur, konstruksi, transportasi, dan staf gudang. Sedangkan, 64 persen lainnya mengalami pengurangan upah. Selain itu, terdapat pula pekerja di sektor jasa, sebesar 46 persen, yang beralih pekerjaan ke sektor agrikultur. Pekerja yang paling terdampak Covid-19 adalah pekerja lulusan SMK, dan pekerja di perkotaan. 

Tren di atas terus berlanjut hingga akhir tahun 2020. Berdasarkan Sakernas periode Agustus 2020, terdapat 29,12 juta penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19, terdiri dari 2,56 juta orang penganggur, 0,76 juta orang berhenti mencari pekerjaan, 1,77 juta orang sementara tidak bekerja, dan 24,03 juta pekerja mengalami pengurangan jam kerja. Pelambatan ekonomi akibat Covid-19 pun menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga mencapai 7,07 persen atau sebanyak 9,77 juta orang menganggur. Tingginya TPT tersebut masih didominasi oleh lulusan SMK yang mencapai 13,55 persen. Jika dibandingkan tahun 2019, proporsi pekerja informal meningkat sebesar 4,59 persen menjadi 60,47 persen atau sebanyak 77,68 juta orang. Sektor informal yang mengalami peningkatan pekerja terbesar adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan sebanyak 2,7 juta orang, serta perdagangan besar dan eceran sebanyak 1,3 juta orang. Sedangkan, sektor industri pengolahan dan konstruksi mengalami pengurangan pekerja terbesar, terutama pekerja formal sebanyak 2,5 juta orang.

Tahun 2021, kondisi perekonomian Indonesia diperkirakan akan mengalami perbaikan seiring dengan pelaksanaan program vaksinasi dan stimulus PEN. Namun, masih tingginya kasus Covid-19 di berbagai daerah menjadi tantangan berat pemulihan ekonomi. Selain itu, penerapan protokol kesehatan dan pembatasan pergerakan masyarakat untuk menekan kasus Covid-19 tersebut diperkirakan akan mengubah pola penciptaan kesempatan kerja di Indonesia. Dengan memperhatikan hal tersebut, Direktorat Ketenagakerjaan menunjuk SMERU untuk melakukan kajian dampak Covid-19 terhadap penciptaan kesempatan kerja sektoral.

Objective

Mengidentifikasi pola penciptaan kesempatan kerja sektoral kedepan sebagai akibat pandemi Covid-19. Kajian ini akan menjadi dasar penyusunan perencanaan bidang ketenagakerjaan jangka pendek dan jangka menengah.

Methodology

Metode pelaksanaan kajian melalui:

  • Desk study atau analisis data dan informasi berdasarkan data primer dan/atau sekunder termasuk studi-studi literatur yang ada;
  • Field study melalui kunjungan dan/atau mengadakan serangkaian pertemuan konsultasi dengan para pihak terkait;
  • Studi analisis yang diperoleh dari hasil kegiatan di atas.

Bagikan Postingan Ini