Memantau Dampak Sosial-Ekonomi Krisis Keuangan Global 2008/09 di Indonesia - Laporan Pantauan Berkala Juli–Oktober 2009


Laporan pemantauan berkala yang pertama ini menyoroti hasil studi kualitatif SMERU di tujuh komunitas dan hasil pemantauan media hingga pertengahan Oktober 2009. Studi-studi tersebut mengungkapkan berbagai dampak krisis keuangan global (KKG) 2009/09 yang tengah terjadi di Indonesia. Pada umumnya, dampak negatif mulai terasa pada Oktober-November 2008 dan mencapai puncaknya pada Januari-Februari 2009. Akhir-akhir ini, kondisi mulai stabil dan mulai terjadi sedikit pemulihan di beberapa sektor. Namun, keparahan dampak krisis bervariasi antarjenis penghidupan dan bergantung pada keeratan hubungan suatu sektor dengan negara-negara maju yang sangat terguncang oleh krisis. Sektor-sektor yang mengalami lonjakan ekspor yang tajam akibat depresiasi rupiah selama krisis keuangan Asia (KKA) 1997/98 cenderung mengalami dampak KKG 2008/09 yang lebih parah daripada sektor lain. Meskipun mulai terlihat tanda-tanda pemulihan, terdapat indikasi kecenderungan penurunan tingkat upah yang diterima buruh industri. Di tingkat masyarakat, kelompok yang lebih miskinlah yang paling menderita. Walaupun demikian, pengalaman masyarakat memperlihatkan manfaat beberapa program perlindungan sosial yang sedang berjalan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, dalam meringankan beban akibat dampak KKG 2008/09.


Bagikan Postingan Ini