Mendorong Penerapan Kebijakan Pembangunan Inklusif di Provinsi Kaya Sumber Daya Nasional

Athia Yumna , Wandira Larasati , Mayang Rizky, M. Sulton Mawardi, Ulfah Alifia, Veto Tyas Indrio, Rendy Adriyan Diningrat, Akhmad Ramadhan Fatah
2020

Mitra Kerja

Pemberi Dana Proyek:
FORD Foundation

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Proyek ini adalah kelanjutan dari proyek Pengembangan dan Promosi Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif (IPEI) Indonesia yang dimulai Juni 2018 dan direncanakan berakhir pada Desember 2019.
 
Sejak 2017 hingga kini, SMERU membantu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam merumuskan IPEI untuk mengukur keinklusifan pembangunan ekonomi Indonesia dan menggunakan indeks tersebut sebagai alat kebijakan untuk membantu pembuat kebijakan dalam mengembangkan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif. IPEI telah dikalkulasi untuk tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
 
Dalam proyek ini, kami akan: 
  1. menyosialisasikan IPEI di dua kabupaten/kota dari dua provinsi yang kaya sumber daya alam dan melakukan peningkatan kapasitas bagi para pejabat kabupaten/kota untuk menggunakan indeks ini sebagai alat kebijakan agar mereka dapat membuat kebijakan yang lebih inklusif
  2. menilai keinklusifan perkebunan kelapa sawit di sebuah kabupaten pada sebuah provinsi yang kaya sumber daya alam
Pembangunan di daerah-daerah yang kaya sumber daya alam sering kali tidak inklusif karena kemanfaatan sumber daya alam biasanya dinikmati oleh elite dan tidak terdistribusi luas ke semua penduduk. Kami berharap bahwa proyek ini akan bermanfaat bagi masyarakat miskin di kedua kabupaten/kota dengan adanya kebijakan pembangunan yang makin inklusif.

 

Tujuan

Melalui proyek ini, kami mengharapkan kabupaten/kota tempat kami akan melakukan penelitian dapat belajar, memahami, dan menggunakan IPEI sebagai alat kebijakan untuk membuat kebijakan pembangunan ekonomi mereka lebih inklusif. Pada akhir proyek ini, kami berharap bahwa pejabat di kabupaten/kota tersebut sudah akrab dengan IPEI dan tertarik untuk menggunakannya sebagai alat kebijakan untuk membuat kebijakan mereka lebih inklusif. 

 

Metodologi

Kami akan melakukan empat kegiatan berbeda:
  1. Diagnosis, diseminasi, dan peningkatan kapasitas mengenai pembangunan ekonomi inklusif di dua kabupaten/kota (di Provinsi Riau dan Provinsi Kalimantan Barat) dengan laporan kegiatan sebagai hasil kerjanya
  2. Penelitian tentang keinklusifan perkebunan kelapa sawit rakyat di sebuah kabupaten di Provinsi Sumatra Utara. Hasil kerja kegiatan ini adalah laporan penelitian dan catatan kebijakan yang akan disosialisasikan kepada pembuat kebijakan terkait guna membantu mereka merancang kebijakan yang akan meningkatkan keinklusifan perkebunan kelapa sawit rakyat.
  3. Pemeliharaan dan perbaikan sistem daring IPEI secara berkesinambungan
  4. Keikutsertaan dalam konferensi internasional untuk mempromosikan IPEI

Bagikan Postingan Ini