Penggunaan Metode Small Area Estimation (SAE) untuk Pembuatan Peta Gizi di Indonesia: Sebuah Pembaruan

Sudarno Sumarto , Nurmala Selly Saputri , Ridho Al Izzati , Maudita Dwi Anbarani, Sri Murniati
2020

Mitra Kerja

Pemberi Dana Proyek: Tanoto Foundation
Mitra Kerja Proyek: TNP2K

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Pada 2018, SMERU melakukan proses teknis untuk memetakan status gizi hingga tingkat desa di enam kabupaten/kota prioritas pemerintah Indonesia–di bawah arahan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan dewan penasihat yang terdiri atas beberapa praktisi pembangunan dan pembuat kebijakan terkemuka Indonesia.

Dengan menggunakan analisis data sekunder, diskusi kelompok terfokus (FGD), dan survei rumah tangga, SMERU dan TNP2K mengembangkan beberapa metodologi untuk pemetaan gizi, dan melakukan verifikasi lapangan mulai Agustus sampai Desember 2018. Hasil-hasilnya kemudian dibandingkan dan digunakan sebagai dasar rekomendasi kebijakan untuk perluasan pemetaan gizi untuk semua wilayah di Indonesia. Berdasarkan pengolahan data awal dan tinjauan literatur, pemetaan status gizi tingkat desa diperlukan untuk memperbaiki penargetan kebijakan dan program, khususnya karena keterbatasan data di sektor kesehatan. Verifikasi lapangan yang membandingkan kondisi desa dan survei rumah tangga tersebut sangat baik untuk memastikan bahwa estimasi pemetaan status gizi memiliki ketepatan yang reliabel.

Dalam studi sebelumnya, the SMERU Research Institute telah berhasil membuat peta status gizi untuk enam kabupaten/kota dengan menggunakan set data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Verifikasi lapangan membuktikan bahwa metode SAE sahih dan reliabel untuk memetakan status gizi tingkat desa di Indonesia.
 

Tujuan

Studi ini bertujuan:

  1. menerapkan metode SAE dengan menggunakan set data Riskesdas dan Susenas terbaru yang tersedia (2018) untuk memetakan status gizi di tujuh kabupaten/kota
  2. menganalisis faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi status gizi pada tingkat desa dan kabupaten/kota dengan menggunakan data sekunder terbaru yang tersedia

 

Metodologi

Metode-metode Elbers, Lanjouw, dan Lanjouw (ELL) akan digunakan untuk memadukan informasi yang diperoleh dari survei rumah tangga dan informasi yang dikumpulkan dari sensus penduduk. Empat sumber data yang digunakan dalam pemetaan ini adalah (i) data terpadu Riskesdas dan Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas), (ii) Sensus Penduduk, dan (iii) Pendataan Potensi Desa (Podes)–semuanya dihasilkan oleh BPS. Dalam estimasi model status gizi, data mengenai tinggi dan berat badan anak diperoleh dari Riskesdas; data tentang karakteristik rumah tangga diperoleh dari Riskesdas, Susenas, dan Sensus Penduduk; sementara data mengenai karakteristik tingkat desa diperoleh dari Podes. 


Bagikan Postingan Ini