Program Perlindungan Sosial bagi Lansia di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali

Athia Yumna , Hastuti , Nina Toyamah, Sylvia Andriyani Kusumandari
2021

Mitra Kerja

Project Donor/Funder: Cardno (through MAHKOTA Program) - DFAT

Project Counterpart: TNP2K

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Indonesia bergerak menuju negara dengan masyarakat yang menua. Menurut SUSENAS 2019, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas atau lanjut usia (lansia) mencapai 25,7 juta orang atau sekitar 9,6% dari seluruh populasi. Jumlah lansia diperkirakan akan terus meningkat, pada 2020 menjadi sekitar 10% dan pada 2040 menjadi sekitar 20% (BPS 2018 dalam TNP2K dan MAHKOTA, n.d.). 

Sebagian lansia hidup dalam kondisi kesejahteraan yang rendah. Sekitar 11% lansia hidup dalam kemiskinan. Sekitar setengah dari lansia mengalami gangguan kesehatan, seperempat mengalami sakit, dan sekitar 44,8% mengalami disabilitas (SMERU dan TNP2K, 2020). Lansia pun umumnya kurang produktif sehingga mengalami penurunan bahkan kehilangan pendapatan. Semua kondisi tersebut menyebabkan lansia rentan terhadap berbagai risiko dan guncangan sosial ekonomi.

Penyediaan program perlindungan sosial yang memadai menjadi penting. Pemerintah pusat dan daerah sudah memiliki beberapa program perlindungan sosial untuk lansia, tetapi jumlah lansia penerima manfaat sangat terbatas. 

Dengan latar belakang tersebut, sangat penting untuk melakukan penelitian tentang keberadaan dan pelaksanaan program perlindungan sosial lansia. Oleh karena itu, TNP2K bekerja sama dengan SMERU, akan dilakukan studi tentang Program Perlindungan Sosial bagi Lansia di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, DI Yogjakarta, dan Bali pada periode April – Juli 2021

Tujuan

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan pelaksanaan program perlindungan sosial lansia, khususnya yang berbentuk bantuan sosial. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan mendeskripsikan aspek berikut di wilayah studi:

  1. Keberadaan program perlindungan sosial lansia, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah.
  2. Pelaksanaan program perlindungan sosial lansia dari pemerintah daerah secara lebih mendalam, meliputi:   
    i.  Motivasi yang melatarbelakangi pelaksanaan program dan komitmen anggaran yang dialokasikan.    
    ii. Proses pelaksanaan program, termasuk kekuatan/kelemahan, tantangan/kendala, dan pencapaiannya.
  3. Pengaruh program perlindungan sosial lansia terhadap kesejahteraan lansia dan keluarga/rumah tangganya, baik secara ekonomi maupun sosial (termasuk system dukungan sosial dari keluarga dan masyarakat) berdasarkan persepsi informan.
  4. Akses lansia terhadap program perlindungan sosial, baik yang bersasaran umum maupun khusus lansia, baik yang berasal dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah, beserta kendala dan strategi mengatasinya.
  5. Manfaat program perlindungan sosial lansia bagi lansia dan keluarga/rumah tangganya.

Kondisi umum kesejahteraan lansia di wilayah studi.

Metodologi

Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan informasi akan dilakukan melalui wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara terstruktur.

Karena pertimbangan pandemi COVID-19 dan kebijakan yang menyertainya, wawancara mendalam akan dilakukan secara daring.


Bagikan Postingan Ini