Progress of the SDGs Implementation on Adolescent and Youth in Indonesia

Ridho Al Izzati
2020

Mitra Kerja

Pemberi Dana Proyek: UNFPA

Mitra Kerja Proyek: Direktorat Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga, BAPPENAS

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) membentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPMN) yang berkesinambungan. Lebih dari seratus dari 118 target TPB yang paling relevan dengan konteks Indonesia telah dimasukkan ke dalam RPJMN 2019–2024. Pemerintah-pemerintah daerah juga mengarusutamakan TPB ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) mereka.

Dua Tinjauan Nasional Sukarela telah dipresentasikan di High-Level Political Forum (HLPF) atau Forum Politik Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pembangunan Berkelanjutan. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional telah membuat “Peta Jalan TPB Indonesia” yang berfungsi sebagai dokumen pembuka jalan untuk mengoperasionalkan masing-masing tujuan TPB. “Peta Jalan TPB Indonesia” ini memuat posisi kebijakan untuk pencapaian 60 sasaran terpilih maupun “bisnis seperti biasa” (urusan yang berlangsung seperti sediakala) dan “skenario intervensi”.

Pemuda bukan hanya penerima manfaat dalam proses ini; mereka merupakan aktor penting dalam mencapai Tujuan-tujuan ini. Pemerintah Indonesia telah menyusun Laporan Baseline TPB Remaja dan Pemuda pada 2018.

Untuk memantau pelaksanaan TPB terkait remaja dan pemuda sebagai subjek, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dengan dukungan UNFPA berencana untuk memperbarui data indikator TPB terkait remaja dan pemuda pada 2020 yang akan menjadi bagian dari dokumen-dokumen berikut.

  1. Tinjauan Nasional Sukarela 
  2. Strategi Nasional Pembangunan Pemuda (dipimpin oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) 
  3. Strategi Nasional Kesehatan Remaja (dipimpin oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Kesehatan)
Konsultasi ini akan memberikan informasi statistik bermutu tinggi. Informasi tersebut juga dirancang untuk mendukung debat berbobot tentang kebijakan dan program yang berkaitan dengan pemuda Indonesia dan perkembangan informasi, menilai lebih jauh kemajuan TPB dan program-program aksi Konferensi Internasional Penduduk dan Pembangunan.

 

Tujuan

Tujuan studi ini adalah mendukung Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dalam menyusun laporan perkembangan pelaksanaan TPB di kalangan remaja dan pemuda di Indonesia.

Tujuan konsultasi ini adalah menyajikan gambaran yang sahih dan meyakinkan, tetapi juga ramah pembaca, mengenai data kontemporer yang berkaitan dengan pemuda Indonesia menurut indikator TPB dan bagaimana ia mengalami perubahan seiring perjalanan waktu. Dalam hal format, dokumen ini akan terdiri atas teks deskriptif yang dipadukan dengan ringkasan indikator, tabel, dan bagan dengan cara yang relevan dengan indikator TPB serta isu-isu yang menjadi perhatian kebijakan publik. Catatan penjelas yang menguraikan makna bangun-bangun statistik yang digunakan dalam analisisnya juga harus diberikan untuk memastikan bahwa pembaca benar-benar memahami informasi tersebut.

Tujuan khusus studi ini adalah sebagai berikut.

  1. Memperbarui data indikator TPB terpilih dari Laporan Baseline TPB Remaja dan Pemuda 2018

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Badan Pusat Statistik (BPS) bersepakat bahwa indikator-indikator tersebut adalah untuk isu remaja dan pemuda di Indonesia. Definisi dan sumber data indikator-indikator TPB terpilih itu (lihat Lampiran 2 untuk daftar indikator terpilih) disebutkan dalam metadata TPB nasional yang didukung oleh Pemerintah Indonesia (Keputusan Presiden No. 59 Tahun 2017 tentang TPB).
     

  2. Menyusun profil terkini untuk target-target TPB terpilih yang menyoroti kesenjangan-kesenjangan paling signifikan berdasarkan lokasi geografis, status kemiskinan, kelompok usia, dan gender (tergantung pada ketersediaan data dari BPS dan lembaga pemerintah terkait)
     
  3. Menyajikan data tingkat provinsi dengan menggunakan data yang ada dari pemerintah (Survei Sosial-Ekonomi Nasional, Survei Angkatan Kerja Nasional, Riset Kesehatan Dasar, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, dll.)
     
  4. Memberikan rekomendasi strategis mengenai kebijakan dan program untuk mengatasi kesenjangan tersebut

Sumber Data:

Publikasi ini akan didasarkan terutama pada rangkaian Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas) 2015–2019, Surveri Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2015–2019, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 dan 2018, Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017, Survei Penduduk Antarsensus (Supas) 2015, dan indikator proksi yang dikembangkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan BPS.

Pembaca yang dituju: Lembaga pemerintah, mitra pembangunan, dan organisasi masyarakat sipil

Laporan ini dapat digunakan sebagai rujukan untuk advokasi isu-isu pembangunan pemuda dan evaluasi kebijakan serta program pembangunan pemuda.
 

Metodologi

Laporan ini akan menyajikan data terbaru indikator-indikator TPB terpilih dari Laporan Baseline TPB Remaja dan Pemuda 2018.
  1. Sebagai konsultan, SMERU akan berdiskusi dengan pemerintah guna mencapai kesepakatan tentang data indikator terbaru dan target-target yang berkorelasi langsung dengan isu-isu pemuda. Analisis pembaruan data TPB dapat dilakukan berdasarkan target dan indikator terpilih.
     
  2. Sejauh cakupan yang memungkinkan, SMERU akan melakukan analisis data survei-survei nasional, seperti Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, Susenas, Sakernas, dan Riskedas, dan juga data administratif dari departemen dan badan pemerintah serta estimasi antarbadan PBB.
     
  3. Analisis ini akan disusun secara kontekstual dengan menggunakan data/informasi yang tersedia dari literatur, laporan sektoral berkala, dan laporan survei.
     
  4. Pemrofilan target TPB terpilih akan dilakukan setelah berdiskusi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional serta badan-badan PBB dan akan mencakup topik-topik tentang unsur-unsur pembangunan, termasuk–tetapi tidak terbatas pada–kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, dan partisipasi. Profil-profil ini harus menyoroti kesenjangan, khususnya kesenjangan menurut gender, geografi, kelompok usia, dan status kemiskinan.
  
Dalam melaksanakan tugas ini, SMERU harus berkomunikasi intens dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional guna memastikan bahwa pekerjaan ini dan hasil kerjanya selaras dengan agenda prioritas nasional. Penting bagi SMERU untuk mendukung kepemimpinan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai koordinator nasional serta kepemimpinan teknis BPS dan memastikan keterlibatan aktif pemerintah serta BPS selama kegiatan ini berjalan.

Bagikan Postingan Ini