Provinsi Sulawesi Selatan mencapai nilai IPEI peringkat ke-15

Diseminasi Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif Provinsi Sulawesi Selatan
Kam, 02/20/2020

Provinsi Sulawesi Selatan mencapai nilai Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif (IPEI) peringkat ke-15 dari seluruh provinsi di Indonesia. Capaian ini dapat diraih Pemprov Sulsel berkat pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) riil perkapita tinggi, tingkat kemiskinan rendah, serta perluasan akses dan kesempatan. Beberapa hal yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah provinsi termasuk rendahnya andil manufaktur terhadap PDRB, persentase pekerja >35jam per minggu rendah, dan tingginya tingkat ketimpangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Athia Yumna, M.Sc. (Wakil Direktur The SMERU Research Institute Bidang Penelitian dan Penjangkauan) dalam paparannya pada acara diseminasi IPEI yang diadakan pada 11 Februari 2020 di Makassar. Acara ini diselenggarakan oleh The SMERU Research Institute bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas, dan didukung oleh Knowledge Sector Initiative (KSI).

Pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan telah menjadi agenda utama pembangunan ekonomi Indonesia yang secara resmi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional lima tahun ke depan (RPJMN 2020-2024). Pembentukan IPEI yang telah dilakukan oleh Bappenas dan SMERU sejak 2017 telah berhasil didisagregasikan hingga ke tingkat kabupaten/kota pada 2019.

Dr. Asep Suryahadi (Peneliti Utama SMERU) menjelaskan bahwa IPEI diharapkan bisa digunakan sebagai alat ukur inklusivitas pembangunan di Indonesia dalam membantu perumusan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan prioritas pembangunan wilayah masing-masing. Indeks tersebut terdiri atas tiga pilar: pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, serta perluasan akses dan kesempatan. Tiap pilar ditopang oleh beberapa subpilar.

Kedepannya, IPEI dapat dijadikan sebagai landasan kebijakan untuk pembangunan ekonomi yang lebih berkualitas serta alat untuk memonitor kualitas pertumbuhan ekonomi dan masing-masing aspek di dalamnya. Perlu kerja sama seluruh pihak dan komitmen pemerintah daerah untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan pembangunan yang inklusif.

Untuk mengetahui peringkat kabupaten/kota seluruh Indonesia dan melihat seberapa inklusif pembangunan ekonomi di daerah-daerah tersebut, kunjungi inklusif.bappenas.go.id.

Unduh materi presentasi para narasumber di http://bit.ly/smeru-ipei-makassar.

Untuk melihat dokumentasi foto kegiatan pelatihan tersebut, kunjungi halaman Facebook The SMERU Research Institute.


Bagikan Postingan Ini