Studi Baseline Pekerja Anak di Daerah Perkebunan Tembakau di Indonesia

Hafiz Arfyanto , Michelle Andrina , Ulfah Alifia, Rezanti Putri Pramana, Akhmad Ramadhan Fatah
2020

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Studi baseline ini akan memberikan informasi tentang kondisi-kondisi yang kemudian akan digunakan untuk implementasi program intervensi pekerja anak yang berfokus–termasuk, tetapi tidak terbatas–pada:

  1. pencegahan agar anak usia 5–17 tahun tidak menjadi pekerja anak di daerah penanaman tembakau
  2. peningkatan kesadaran dan pemahaman tentang pekerja anak
  3. peningkatan penghidupan petani dan keluarganya
  4. pelatihan untuk petani dan buruh tani tentang praktik baik dalam hal ketenagakerjaan di sektor pertanian

Tujuan program intervensi tersebut adalah, antara lain:

  1. memperkuat koordinasi di antara para anggota PAACLA
  2. memberikan dukungan sosial di tingkat masyarakat dalam menangani masalah pekerja anak
  3. memberikan dukungan nasional kepada pemangku kepentingan terkait untuk menyelesaikan masalah pekerja anak
  4. mencegah makin banyaknya perekrutan pekerja anak dengan melaksanakan program “Desa Ramah Anak”

 

Tujuan

Studi baseline ini akan menetapkan kondisi dan profil awal anak-anak (usia 5–17 tahun) dan rumah tangga sebelum pelaksanaan program intervensi ECLT di desa-desa terpilih di daerah perkebunan tembakau di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Studi ini juga memiliki tujuan khusus:

  1. Mengumpulkan data berkualitas tinggi tentang prevalensi pekerja anak di daerah perkebunan tembakau terpilih, karakteristik utama anak-anak yang bekerja (usia 5–17 tahun), dan rumah tangga mereka
     
  2. Mendapatkan informasi untuk mendukung analisis masalah kesehatan dan keselamatan kerja serta konsekuensi bagi anak yang bekerja sebagai buruh. Informasi ini akan dikumpulkan dari berbagai jenis tembakau dan tanaman lain yang dihasilkan petani.
     
  3. Menyusun langkah-langkah yang mengatur pekerja anak di perkebunan tembakau dan pekerja anak pada umumnya yang selaras dengan kriteria ukuran yang ditetapkan ILO serta undang-undang dan peraturan Indonesia tentang pekerja anak. Kami akan menyediakan dokumentasi yang jelas tentang langkah-langkah penyusunan variabel pengukuran ini serta penghitungan yang diperlukan untuk mengukur tingkat pekerja anak.
     
  4. Memberikan informasi yang komprehensif kepada ECLT mengenai rangkaian indikator pekerja anak di sektor perkebunan tembakau untuk memberikan panduan tentang cara terbaik dalam merencanakan intervensi pada bidang-bidang fokus utama
     
  5. Memberikan kriteria pemilihan utama untuk menjaring calon penerima manfaat program intervensi ECLT pada masa yang akan datang
     
  6. Mengidentifikasi komponen-komponen Teori Perubahan untuk evaluasi pada masa yang akan datang

 

Metodologi

Kami akan melakukan survei rumah tangga dan wawancara kualitatif dengan partisipan studi. Survei rumah tangga akan berfokus secara khusus pada bentuk-bentuk pekerja anak di daerah perkebunan tembakau. Wawancara kualitatif bertujuan mendapatkan informasi awal mengenai rancangan dan rencana pelaksanaan intervensi proyek pekerja anak dan menyusun Teori Perubahan dari intervensi tersebut.


Bagikan Postingan Ini