Studi Dampak Sosial-Ekonomi Pandemi COVID-19 di Indonesia

Widjajanti Isdijoso, Asep Suryahadi, Daniel Suryadarma, Sudarno Sumarto, Syaikhu Usman, Athia Yumna , Rendy Adriyan Diningrat , Muhammad Adi Rahman, Ridho Al Izzati , Luhur Bima, Palmira Permata Bachtiar, Asep Kurniawan, Yudi Fajar M. Wahyu, Hastuti , Nurmala Selly Saputri, Rizki Fillaili, Ahmad Zuhdi Dwi Kusuma, Hafiz Arfyanto, Akhmad Ramadhan Fatah, Arjuni Rahmi Barasa, Shintia Revina, Rezanti Putri Pramana, Ulfah Alifia, Nila Warda, Michelle Andrina, Asri Yusrina, M. Sulton Mawardi, Jimmy Daniel Berlianto Oley, Ana Rosidha Tamyis, Dyan Widyaningsih, Ruhmaniyati , Nina Toyamah, Maudita Dwi Anbarani, Adinda Angelica, Hening Wikan
2020

Mitra Kerja

Pemberi Dana Proyek: KSI - DFAT

Mitra Kerja Proyek: Kementerian PPN/Bappenas

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah pasien positif terinfeksi COVID-19 di Indonesia mencapai 6.575 orang per 19 April 2020. Pandemi ini menyebabkan beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berimplikasi terhadap pembatasan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, aktivitas pendidikan, dan aktivitas sosial lainnya.

Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat rentan dan miskin. Oleh sebab itu, pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini. Kendati demikian, pelaksanaan berbagai kebijakan ini perlu dipantau dan dievaluasi untuk mengetahui efektivitasnya.

The SMERU Research Institute, sebagai lembaga penelitian yang fokus mengkaji isu-isu sosial-ekonomi, berinisiatif melakukan beberapa kegiatan penelitian di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kebijakan terkait dengan pandemi COVID-19, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah.

 

Tujuan

  • Memantau dampak krisis akibat pandemi COVID-19 terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, khususnya terkait kemiskinan dan pembangunan manusia
  • Mengkaji efektivitas berbagai kebijakan/program pemerintah di bidang perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan

 

Methodology

Studi ini terdiri atas sembilan substudi yang terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu studi berskala nasional dan subnasional (studi kasus).

Studi berskala nasional:

  1. Simulasi dampak pandemi COVID-19 terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia. Metodologi: kuantitatif–analisis data Susenas
  2. Dampak pandemi COVID-19 terhadap ketenagakerjaan. Metodologi: kuantitatif–analisis data Susenas dan Sakernas, studi literatur, media tracking, dan diskusi grup terfokus (FGD) dengan asosiasi pengusaha
  3. Pemantauan implementasi kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tingkat sekolah dasar. Metodologi:
    a) Kuantitatif: survei daring
    b) Kualitatif: wawancara mendalam dengan guru-guru sekolah dasar
  4. Pemantauan pelaksanaan program Kartu Prakerja. Metodologi: kualitatif–wawancara mendalam dengan kementerian dan lembaga, dan penerima manfaat kartu prakerja
  5. Pemantauan penyaluran Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa. Metodologi: kualitatif–wawancara mendalam dengan pemerintah desa
      

Studi berskala subnasional:

  1. Pemantauan respons kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Metodologi: analisis konten dari hasil media tracking
  2. Efektivitas pelaksanaan program perlindungan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dalam kerangka mitigasi dampak pandemi COVID-19. Metodologi: kualitatif–wawancara mendalam dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan rumah tangga
  3. Pemantauan dampak pandemi COVID-19 terhadap pelayanan gizi dan kesehatan ibu dan anak. Metodologi:
    a) Kuantitatif–analisis data-data sekunder fasilitas kesehatan
    b) Kualitatif–wawancara mendalam dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, pejabat rumah sakit, puskesmas, dan kader desa
  4. Ketahanan sosial dan budaya masyarakat prasejahtera selama pandemi COVID-19. Metodologi: kualitatif–wawancara mendalam dengan komunitas lokal and migran.
     

Studi berskala subnasional ini memilih lima lokasi untuk studi kasus, yaitu Kota Administrasi Jakarta Timur (DKI Jakarta), Kabupaten Bekasi (Jawa Barat), Kabupaten Badung (Bali), Kabupaten Maros (Sulsel), dan Kota Kupang (NTT).


Bagikan Postingan Ini