Tinjauan Tematik Sektor Pendidikan

Daniel Suryadarma , Wandira Larasati
2020

Mitra Kerja

Pemberi Dana Proyek:
Cardno (through PROSPERA Program) - DFAT

 
 

Gambaran dan Perkembangan

Latar Belakang

Meningkatkan kualitas layanan dan hasil (outcome) pendidikan adalah prioritas nasional Pemerintah Indonesia. Meskipun Pemerintah Pusat dan pemerintah subnasional telah meningkatkan sumber daya untuk pendidikan–dengan UUD 1945 mengamanatkan pengalokasian anggaran pendidikan sebesar 20%–upaya tersebut belum membuahkan hasil (outcome) pendidikan yang memuaskan dalam satu dekade terakhir. Analisis awal PROSPERA mengindikasikan bahwa prospek fiskal akan makin terbatas dan kemampuan untuk memaksimalkan manfaat dari belanja publik akan menjadi makin krusial. Hal ini berarti bahwa Indonesia perlu membuat belanja pendidikannya lebih efisien, yaitu meningkatkan pencapaian hasil (outcome) pendidikan (seperti perluasan askes ke layanan pendidikan) untuk tingkat belanja saat ini.

PROSPERA mendukung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menciptakan proses peninjauan perbelanjaan dan memperluasnya untuk mencakup Tinjauan Tematik Sektor dalam jangka menengah secara berkala. Sektor pendidikan dipilih sebagai sektor percontohan. Pada sektor tersebut, PROSPERA akan membantu Kemenkeu dan pemangku kepentingan lainnya, terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam melakukan tinjauan. Salah satu peneliti SMERU ditunjuk menjadi Ekonom Senior untuk melakukan Tinjauan Tematik Sektor Pendidikan.

 

Tujuan

  1. Mengkaji kondisi sektor dan kebijakan pendidikan saat ini
  2. Mengukur kinerja program belanja pendidikan yang ada saat ini
  3. Memberikan rekomendasi atas perbaikan kebijakan dan realokasi anggaran untuk memastikan belanja yang lebih efektif dan efisien

Studi ini diharapkan menekankan pada perbaikan hasil (outcome) pendidikan vokasi dan penanganan isu-isu terkait guru.

 

Metodologi

  1. Pengumpulan dan peninjauan data dan informasi pendukung: membuat set data terpadu sebagai dasar analisis
     
  2. Pengukuran kinerja: melakukan penelitian/analisis untuk mengukur kinerja belanja pendidikan melalui tiga area fokus peninjauan: kebijakan pendidikan (tinjauan strategis), belanja pendidikan (tinjauan anggaran), dan isu terfokus yang sangat penting bagi pemangku kepentingan (tinjauan mendalam).
     
  3. Pengembangan metodologi dan transfer pengetahuan: mengembangkan metodologi yang dapat diterapkan untuk tiap komponen yang ditetapkan untuk pengukuran kinerja dan memimpin tim untuk bekerja sama dengan mitra kerja dalam menerapkan metodologi untuk menyusun laporan Tinjauan Tematik Sektor.
     
  4. Penyusunan rekomendasi: setelah menyelesaikan tinjauan, Ekonom Senior akan menyusun rekomendasi dengan berkonsultasi dengan Bantuan Teknis Perbelanjaan dan para mitra kerja.

Bagikan Postingan Ini