Tahun Kedua Pandemi COVID-19: Pelajaran Apa yang Kita Dapat?

Sel, 09/28/2021

The SMERU Research Institute (SMERU), sebagai lembaga penelitian yang berfokus pada kajian isu sosial-ekonomi, berinisiatif untuk melakukan penelitian terkait dampak pandemi penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat. SMERU juga mengkaji efektivitas berbagai kebijakan dan program pemerintah di sektor perlindungan sosial dan pendidikan selama pandemi. Studi ini dilakukan pada tingkat nasional dan daerah dalam periode 2020–2021. Setelah menyelesaikan sembilan studi pada 2020 (periode pertama), SMERU kembali melanjutkan studi pada 2021 (periode kedua) yang menyoroti dampak pandemi COVID-19 di bidang ketenagakerjaan; usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); ekonomi; resiliensi; kesehatan ibu dan anak; serta perlindungan sosial. 

Studi-studi tersebut merupakan respons SMERU terhadap permasalahan yang dihadapi pemerintah dalam upaya menanggulangi pandemi COVID-19. Hasilnya diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan pengetahuan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Berangkat dari inisiatif tersebut, SMERU akan mendiseminasikan berbagai hasil studi secara daring kepada publik dan pemangku kepentingan terkait pada acara Forum Kajian Pembangunan (FKP) pada Oktober 2021 dengan tema “Tahun Kedua Pandemi COVID-19: Pelajaran Apa yang Kita Dapat?”. Diseminasi tersebut akan diselenggarakan dalam bentuk empat seminar dengan topik dan jadwal yang berbeda.

FKP merupakan sebuah konsorsium yang terdiri atas berbagai institusi di Indonesia yang bekerja sama dengan the Indonesia Project (Australian National University). Forum ini mempertemukan peneliti, akademisi, pakar, masyarakat sipil, masyarakat internasional, dan pembuat kebijakan guna membahas hasil penelitian dengan topik-topik yang berkaitan dengan isu kebijakan pembangunan terkini di Indonesia. Acara FKP terbuka bagi semua pemangku kepentingan di lingkungan pemerintah, pembuat kebijakan, akademisi, lembaga donor, organisasi nonpemerintah, praktisi, pakar isu-isu pembangunan, dan sektor swasta.

Kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam acara FKP dengan melakukan registrasi sesuai dengan topik yang diminati. Keempat seminar akan diselenggarakan dengan format webinar menggunakan platform Zoom Webinar dan ditayangkan secara langsung (live streaming) melalui kanal YouTube SMERU.

Berikut adalah jadwal webinar FKP yang akan diselenggarakan oleh SMERU.
 

Kamis, 14 Oktober 2021, 09.00–11.30 WIB

Bersaing di Pasar Tenaga Kerja: Angkatan Kerja Baru dan Tenaga Kerja Lulusan SMK pada Masa Pandemi COVID-19

Melemahnya kinerja ekonomi selama pandemi COVID-19 berdampak pada menurunnya kemampuan dunia usaha menyerap angkatan kerja di Indonesia. Pandemi berisiko menambah panjang durasi tunggu angkatan kerja baru untuk memperoleh pekerjaan, bahkan bagi lulusan perguruan tinggi. Sementara itu, angkatan kerja lulusan SMK juga memiliki tantangannya sendiri untuk tetap bertahan di pasar tenaga kerja. Informasi Pasar Kerja yang diamanatkan melalui Jaminan Kehilangan Pekerjaan dalam UU Cipta Kerja menjadi wacana kebijakan penting untuk membantu angkatan kerja terserap ke dalam pasar tenaga kerja di Indonesia. Atas dasar itu, The SMERU Research Institute akan menyelenggarakan dialog kebijakan terkait serapan angkatan kerja baru dan tenaga kerja lulusan SMK di masa pandemi COVID-19 pada acara Forum Kajian Pembangunan (FKP).

Moderator: Gracia Hadiwidjaja (Specialist, the Social Protection and Jobs Global Practice, World Bank)

Pembicara:

  1. Lia Amelia (Peneliti, SMERU)
    "Durasi Pencarian Kerja Angkatan Kerja Baru Sebelum dan Semasa Pandemi"
  2. Palmira Permata Bachtiar (Peneliti Senior, SMERU)
    "Informasi Pasar Kerja bagi Pekerja Lulusan SMK untuk Menunjang Pelaksanaan Jaminan Kehilangan Pekerjaan"

Penanggap:

  1. Muhyiddin, S.Sos., M.Sc., MSE. (Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan, Badan Perencanaan dan Pengembangan, Kementerian Ketenagakerjaan) 
  2. Mahatmi Parwitasari Saronto, ST, MSIE. (Direktur Ketenagakerjaan, Kementerian PPN/Bappenas)

Untuk menyaksikan rekaman webinar dan untuk mengunduh materi presentasi, klik tautan berikut: http://smeru.or.id/fkp-14okt2021

  
Selasa, 19 Oktober 2021, 09.00–11.30 WIB

Dari Waktu ke Waktu: Ketangguhan Masyarakat Rentan dan Kesiapan Pelayanan Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak dalam Menghadapi Pandemi COVID-19  

Setelah lebih dari setahun pandemi, persepsi masyarakat mengenai risiko pandemi COVID-19 dan kesiapan pelayanan gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA) mengalami perubahan. Masyarakat mulai beradaptasi dengan situasi pandemi dan hal ini memengaruhi ketahanan ketangguhan dan strategi mereka untuk meminimalkan dampaknya. Begitu pula halnya dengan penyedia layanan kesehatan, termasuk layanan gizi dan KIA, yang terus mengembangkan inovasi dengan berbagai penyesuaian selama pandemi. Kesiapan inovasi layanan gizi dan KIA memengaruhi kemampuan ibu untuk memanfaatkan layanan tersebut. Dukungan Kebijakan pemerintah dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat perlu disesuaikan dengan dinamika persepsi masyarakat seiring dengan makin panjangnya masa pandemi. Upaya ini menjadi hal esensial yang sangat diperlukan untuk mempercepat pemulihan dampak sosial-ekonomi COVID-19 di Indonesia. Atas dasar itu, The SMERU Research Institute (smeru.or.id) akan menyelenggarakan dialog kebijakan terkait ketangguhan masyarakat rentan dan kesiapan pelayanan KIA dalam menghadapi pandemi COVID-19. 

Pembicara:

  1. Ana Rosidha Tamyis (Peneliti Senior, SMERU)
    ‘’Ketangguhan Sosial Budaya Masyarakat Rentan dalam Menghadapi Pandemi COVID-19"

  2. Nurmala Selly Saputri (Peneliti, SMERU)
    “Mengkaji Pelayanan Gizi dan KIA saat Pandemi COVID-19

Penanggap:

  1. Ahmad Arif  (Co-leads Lapor COVID-19)

  2. dr. Nida Rohmawati, MPH (Koordinator Kesehatan Maternal dan Neonatal, Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan)

Untuk menyaksikan rekaman webinar dan untuk mengunduh materi presentasi, klik tautan berikut: https://smeru.or.id/id/fkp-19okt2021

  

Selasa, 26 Oktober 2021, 09.00–11.30 WIB

Membangkitkan Ekonomi: Dampak Pembatasan Aktivitas dan Geliat Digital UMKM

Kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi COVID-19 memicu kontraksi perekonomian dan pasar tenaga kerja di Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk adopsi digital di sektor usaha mikro dan kecil (UMK) yang  menyerap banyak tenaga kerja. Apakah internet membantu UMK untuk bertahan dan berkembang selama pandemi COVID-19? Bagaimana pemerintah dapat mendorong UMK untuk meraih lebih banyak manfaat digitalisasi dengan mengatasi disparitas dalam literasi dan keterampilan digital UMK? The SMERU Research Institute akan menyelenggarakan dialog kebijakan terkait dampak pembatasan aktivitas dan geliat digital UMK dalam rangka membangkitkan perekonomian Indonesia selama dan pascapandemi COVID-19.

Pembicara:

  1. Hafiz Arfyanto (Peneliti, SMERU)
    “Dampak pembatasan aktivitas terhadap perekonomian dan ketenagakerjaan pada tingkat provinsi di Indonesia"
  2. Veto Tyas Indrio (Peneliti, SMERU)
    "Apakah Internet Membantu Usaha Mikro dan Kecil untuk Bertahan dan Berkembang Selama Pandemi COVID-19? Bukti dari Data Longitudinal di Yogyakarta, Indonesia"
     

Untuk menyaksikan rekaman webinar dan untuk mengunduh materi presentasi, klik tautan berikut: http://smeru.or.id/id/fkp-26okt2021

  
Jumat, 29 Oktober 2021, 14.00–16.30 WIB

Pelaksanaan Bantuan Sosial di Masa Pandemi COVID-19 dan Urgensi Pemutakhiran DTKS

Kebijakan penyaluran bantuan sosial (bansos) menjadi strategi pemerintah untuk mengurangi dampak sosial ekonomi pandemi COVID-19 bagi warga miskin dan rentan. Namun, di tataran empiris, meskipun bermanfaat bagi masyarakat, pelaksanaan bansos di masa pandemi masih menghadapi berbagai kendala terutama terkait ketepatan sasaran dan ketepatan waktu penyaluran. Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi diskursus kebijakan yang penting dan relevan untuk meminimalkan berbagai kendala terkait penyaluran bansos di masa pandemi dan setelahnya. Atas dasar itu, The SMERU Research Institute akan menyelenggarakan dialog kebijakan terkait pelaksanaan bantuan sosial di masa pandemi COVID-19 dan urgensi pemutakhiran DTKS.

Pembicara:

  1. Hastuti (Peneliti, SMERU)
    “Pelaksanaan Program Bantuan Sosial di Masa Pandemi COVID-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 2021”
     
  2. Dyan Widyaningsih (Peneliti, SMERU)
    “Mendorong Pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang Berkelanjutan"

Untuk menyaksikan rekaman webinar dan untuk mengunduh materi presentasi, klik tautan berikut: https://smeru.or.id/id/fkp-29okt2021


Bagikan Postingan Ini