Asesmen Pendahuluan: Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat di Lingkar Tambang di Kabupaten Sumbawa Barat

Pemantauan, Evaluasi, dan Pembelajaran
Latar Belakang 

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sangat berfluktuasi dalam lima tahun terakhir. Produk domestik regional bruto (PDRB) KSB pada 2016 mencapai 7,02%, tetapi turun menjadi -34,6% pada 2018 dan -0,33% pada 2021. Pertumbuhan ekonomi KSB yang sangat fluktuatif disebabkan terutama oleh fluktuasi di sektor pertambangan. Dalam lima tahun terakhir, sektor pertambangan merupakan sektor kunci dalam pertumbuhan ekonomi KSB dengan pangsa sebesar 76%–87% dari keseluruhan PDRB. Pangsa sektor pertambangan yang sangat besar menimbulkan pertanyaan lebih jauh apakah sektor ini berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat di KSB.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di KSB relatif lebih tinggi daripada tingkat kemiskinan nasional. Dalam lima tahun terakhir, tingkat kemiskinan di KSB memang mengalami penurunan, tetapi pada 2019 angkanya mencapai 13,9% yang berarti bahwa lebih dari 20.000 orang di KSB hidup dalam kemiskinan. Aspek pembangunan manusia di KSB sebenarnya relatif lebih baik daripada di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meski masih berada di bawah angka nasional. Skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) KSB pada 2019 adalah 71,52 yang merupakan hasil peningkatan gradual skor IPM mulai dari 69,26 pada 2016. Relatif tingginya angka IPM di KSB bisa jadi didorong oleh tingkat pendidikan dan standar kelayakan hidup yang juga tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa KSB memiliki tingkat kesejahteraan yang dinamis dan sangat menarik untuk didalami, apalagi dengan adanya operasi penambangan di wilayah ini.

The SMERU Research Institute bermaksud melakukan penelitian “Asesmen Pendahuluan: Kondisi Sosial-Ekonomi Masyarakat di Lingkar Tambang di Kabupaten Sumbawa Barat”. Asesmen ini dilakukan untuk mengetahui kondisi awal kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang yang akan diukur berdasarkan berbagai indikator sosial dan ekonomi. Asesmen ini diharapkan dapat memetakan kondisi sosial-ekonomi masyarakat di lingkar tambang dan memberikan masukan bagi program pengembangan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang secara khusus dan masyarakat di KSB secara umum.

Tujuan 

Tujuan utama studi ini adalah menelaah kondisi sosial-ekonomi masyarakat di lingkar tambang di KSB. Asesmen pendahuluan ini dapat digunakan untuk memetakan isu sosial-ekonomi masyarakat di lingkar tambang serta sebagai masukan bagi program pengembangan masyarakat yang akan atau sedang dilakukan di wilayah ini.

Metodologi 

Studi ini menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif (mixed methods). Metode kuantitatif digunakan untuk memotret kondisi masyarakat dengan cakupan data yang luas, sementara metode kualitatif digunakan untuk memperoleh informasi yang mendalam. Temuan dari studi pendahuluan (baseline) ini akan digunakan sebagai basis data bagi studi lanjutan (midline atau endline) untuk mengetahui dampak program pengembangan masyarakat pada kesejahteraan masyarakat di lingkar tambang.

Dengan metode kuantitatif, studi ini akan melakukan

  1. pengumpulan data primer terkait masyarakat di lingkar tambang di KSB melalui survei;
  2. pengolahan data sekunder, seperti Survei Sosial-Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Potensi Desa (Podes), serta data-data yang bersumber dari lembaga pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah; dan
  3. analisis data dengan beberapa metode statistik. Sementara itu, dengan metode kualitatif, akan dilakukan wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan.
Penasihat 
Athia Yumna
Widjajanti Isdijoso
Koordinator 
Veto Tyas Indrio
Anggota Tim 
Ana Rosidha Tamyis
Wandira Larasati
Sylvia Andriyani Kusumandari
Status 
Sedang bejalan
Tahun Penyelesaian 
2023
Pemberi Dana Proyek 
Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)
Wilayah Studi 

Bagikan laman ini