Bab 14 menganalisis capaian dan tantangan Indonesia dalam menurunkan kemiskinan dan ketimpangan demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Meski tingkat kemiskinan nasional telah menurun signifikan dalam dua dekade terakhir, ketimpangan masih kuat mengakar, dengan kesenjangan yang tajam antarwilayah. Analisis ini menyoroti bahwa garis kemiskinan nasional Indonesia berada di bawah tolok ukur internasional untuk negara berpendapatan menengah atas sehingga menutupi skala deprivasi yang sesungguhnya. Bab ini berargumen bahwa pencapaian target Visi 2045—yakni kemiskinan mendekati nol dan rasio Gini yang jauh lebih rendah—membutuhkan peralihan dari intervensi yang bersifat umum ke strategi yang peka terhadap konteks. Bab ini mengusulkan tiga pendekatan utama: (i) program penanggulangan kemiskinan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing rumah tangga di wilayah dengan tingkat kemiskinan rendah; (ii) “pendekatan graduasi” (transisi bertahap keluar dari kemiskinan) yang komprehensif untuk mengembangkan mata pencaharian berkelanjutan di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi; dan (iii) pengembangan modal manusia bagi kelompok miskin dan rentan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Strategi-strategi ini bertujuan mendorong pertumbuhan yang inklusif, memperkuat mobilitas sosial, serta memastikan arah pembangunan yang lebih berkeadilan.



