Kebijakan sosial di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan—dari yang semula terbatas dan kurang mendapat perhatian menjadi salah satu agenda kebijakan yang menonjol saat ini. Perannya menguat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, yang memungkinkan pergeseran dari model kesejahteraan Bismarck ke sistem yang lebih inklusif. Berbagai krisis turut meningkatkan pentingnya kebijakan sosial serta memperkuat upaya untuk mengurangi dampak sosial yang ditimbulkannya. Transformasi ini didorong oleh berbagai aktor kebijakan, baik dari dalam maupun luar negeri, termasuk pembuat kebijakan, aktor nonnegara, dan organisasi internasional. Hasilnya, Indonesia kini memiliki sistem kebijakan sosial yang relatif komprehensif. Meski kebijakan-kebijakan tersebut dinilai berhasil mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sosial, ketimpangan yang masih berlanjut serta dampak pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa diperlukan pendekatan baru terhadap kebijakan sosial di masa depan. Pendekatan baru ini memerlukan penyediaan layanan sosial yang lebih universal serta dukungan dari koalisi aktor yang lebih luas dibandingkan yang selama ini mendukung kebijakan sosial di Indonesia.
Saran Sitasi:
Suryahadi, Asep, and Sirojuddin Arif, 'Social Policies in Indonesia', in Prof Armando Barrientos, and others (eds), The Oxford Handbook of Social Policies in the Global South, 1 (Oxford, 2026; online edn, Oxford Academic, 15 June 2026), https://doi.org/10.1093/9780191992025.003.0050, accessed 27 July 2026.


