Pada 11 Agustus 2026, The SMERU Research Institute (SMERU) dan International Initiative for Impact Evaluation (3ie) resmi menjalin kemitraan strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan yang berlangsung secara virtual ini diwakili oleh Direktur SMERU Widjajanti Isdijoso dan Program Director-Asia 3ie Neelakshi Mann.
Kemitraan ini menyatukan keahlian global 3ie dalam evaluasi dampak dan sintesis bukti dengan pemahaman mendalam SMERU tentang konteks pembangunan Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kedua lembaga akan bekerja sama dalam menjembatani kesenjangan antara riset yang kredibel dan dampak kebijakan di dunia nyata agar keputusan yang berdampak terhadap jutaan orang dapat berpijak pada bukti yang berkualitas.
Kolaborasi akan mencakup pengembangan dan sintesis bukti yang selaras dengan prioritas pembangunan di tingkat daerah, nasional, dan regional; penguatan kapasitas dalam evaluasi dampak, sintesis bukti, theory of change, analisis biaya, dan metode geospasial; serta penyelenggaraan forum pembelajaran yang mempertemukan pembuat kebijakan, peneliti, dan mitra pelaksana.
Selain itu, SMERU dan 3ie akan mengembangkan produk pengetahuan bersama, memperkuat pemanfaatan bukti melalui dukungan teknis kepada pemerintah, serta menjajaki peluang pendanaan bersama. Kedua lembaga juga berkomitmen menjunjung integritas riset, transparansi, dan etika dalam setiap kolaborasi.
“Evaluasi dampak bukan hanya bagian dari proses akademik, melainkan jembatan yang menghubungkan kebijakan dengan hasil nyata. Dengan memadukan pemahaman kontekstual dan data nasional yang dimiliki SMERU dengan keahlian metodologis dan pengalaman global 3ie, kami ingin memperkuat budaya penggunaan bukti dan mendorong kebijakan publik yang lebih efektif,” ujar Widjajanti.



