Studi ini mengkaji secara kritis transformasi ekonomi pascatambang batu bara melalui perspektif yang responsif gender, dengan fokus pada Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan interseksional untuk menilai upaya transformasi ekonomi dalam kaitannya dengan pengalaman dan kondisi beragam kelompok perempuan dan laki-laki.
Analisis lebih lanjut dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana berbagai hambatan yang saling bertumpang tindih memengaruhi kapasitas perempuan untuk berpartisipasi dan memperoleh manfaat dari transisi energi.
Selain itu, studi ini menelaah potensi pembangunan ekonomi daerah dalam menciptakan peluang yang lebih setara bagi berbagai kelompok gender. Melalui kajian ini, studi bertujuan menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung para pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan dalam mendorong transformasi pembangunan yang lebih inklusif dan berkeadilan di Kalimantan Timur.
Temuan studi menunjukkan bahwa hambatan struktural masih membatasi peluang ekonomi perempuan di sektor-sektor strategis Kalimantan Timur, yaitu pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


