20 Tahun SMERU: Perjalanan Membangun Indonesia melalui Penelitian Kebijakan Promasyarakat Miskin

Analisis Kemiskinan dan Ketimpangan
Pemantauan, Evaluasi, dan Pembelajaran
Penelitian Kebijakan
Abstrak 

Dua puluh tahun sudah The SMERU Research Institute (selanjutnya disebut “SMERU”) berkiprah dalam dunia penelitian, membawa harapan dan perubahan bagi Indonesia dan dunia yang lebih sejahtera dan bebas dari kemiskinan. Perjalanan tersebut memiliki cerita panjang, penuh tantangan, tetapi juga mengandung keberhasilan yang patut disyukuri. Banyak pihak mengenal karya dan kontribusi SMERU dalam kebijakan sosial-ekonomi, tetapi tidak banyak yang mengetahui cerita perjalanannya selama ini. Buku ini menapaktilasi 20 tahun sejarah SMERU dalam mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking) di Indonesia. Dari semua karya dengan berbagai topik yang SMERU hasilkan, benang merahnya adalah perumusan rekomendasi kebijakan yang promasyarakat miskin, berdasarkan fakta dan data. Buku ini merupakan dokumen penting untuk dipersembahkan kepada semua pihak yang telah memberi dukungan kepada SMERU selama dua dasawarsa terakhir. Paparan buku ini diharapkan menjadi penyemangat bagi generasi penerus SMERU dan peneliti muda di seluruh tanah air untuk setia terhadap profesi ini.

Masa krisis melahirkan tantangan dan harapan. SMERU lahir dari krisis keuangan 1998 dan munculnya–sebagai konsekuensi dari krisis tersebut–kebutuhan akan analisis, evaluasi, dan pemantauan program bantuan sosial. Pada 2020 ini, krisis pandemi penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) mengingatkan kita bahwa di tengah ketakpastian dan keterpurukan hidup, fakta dan datalah yang dapat memberi acuan dan titik terang untuk memperbaiki dan memulihkan kesehatan dan perekonomian rakyat Indonesia. Tanpa data akurat, pemerintah tidak bisa memformulasikan strategi dan melaksanakan pencegahan penularan COVID-19 dan penyaluran bantuan sosial secara baik. Oleh karena itu, kebiasaan untuk selalu mengacu pada–dan kritis terhadap–data dan temuan ilmiah dalam pengambilan kebijakan harus selalu dipupuk dan diterapkan. 

Kajian SMERU tidak hanya relevan pada waktu krisis, tetapi juga berkontribusi pada masa normal. Konsistensi SMERU untuk berkontribusi dalam proses perumusan kebijakan publik berbasis bukti telah membuahkan hasil. Kajian SMERU telah diakses dan digunakan oleh pengambil kebijakan tingkat pusat dan daerah. SMERU mendapat kepercayaan dari berbagai kementerian/lembaga dan pemda serta lembaga internasional untuk terlibat dalam menyusun kebijakan nasional dan daerah. Beberapa hasil studi SMERU telah dipublikasikan dalam jurnal internasional ternama. Semua capaian itu tidak membuat SMERU berhenti melangkah. SMERU berencana membuka peluang kerja sama penelitian dengan lebih banyak pihak, termasuk sektor swasta. Selain itu, SMERU akan menyediakan layanan baru yang mencakup pengembangan metode penelitian baru, pengelolaan diseminasi penelitian, dan pelatihan.

Dua dekade sudah SMERU menjadi saksi meningkatnya kesadaran dan kebutuhan akan pentingnya perumusan kebijakan berbasis bukti di Indonesia. SMERU menyadari bahwa proses ini masih menghadapi berbagai tantangan. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah mempermudah pengambilan dan pengolahan data. Namun, masih adanya resistensi terhadap fakta perlu dihadapi secara bijak. Kondisi politik yang dinamis juga sering membuat proses pengambilan kebijakan menjadi kompleks dan tidak terduga. Prioritas SMERU adalah merawat konsistensi dalam berkarya serta membangun pola pikir dan budaya untuk bersikap kritis dan bertindak atas dasar bukti dan data. Dengan itu, kami berharap SMERU dapat terus berinovasi dan berkontribusi dalam perumusan kebijakan publik berbasis bukti serta memberikan karya terbaik bagi rakyat untuk menuju Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan.

Semua capaian SMERU tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi banyak pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kami bahagia, dan kami ucapkan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran staf, alumni, Pengurus, Pengawas, dan Pembina Yayasan SMERU, baik yang masih berada bersama kami maupun yang telah berpulang, juga kepada donor serta seluruh pihak terkait yang telah mendukung dan mengembangkan SMERU menjadi sebuah lembaga penelitian terkemuka. Dengan penuh rasa hormat dan terima kasih, buku ini kami persembahkan untuk para tokoh pembangun SMERU yang telah wafat, yaitu Thee Kian Wie, Zohra Andi Baso, Joan Hardjono, Wenefrida Dwi Widyanti, dan Sri Budiyati.

Bagikan laman ini