Menyediakan Layanan Efektif bagi Kaum Miskin di Indonesia: Laporan Mekanisme Pembiayaan Kesehatan (JPK-GAKIN) di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Sebuah Studi Kasus

Abstrak 

Kabupaten Sumba Timur adalah satu di antara 29 kabupaten/kota yang termasuk dalam uji coba program JPK-Gakin. Sejak tahun 2003, Bapel kesehatan setempat cukup berhasil mengelola program ini. Program yang didanai pemerintah dari alokasi subsidi BBM ini telah menyentuh warga miskin yang jumlahnya cukup besar (75% dari penduduk adalah keluarga miskin) di Sumba Timur.

Namun sejak 2005, pemerintah telah menunjuk PT Askes sebagai penyelenggara satu-satunya program JPK-Gakin, sementara Bapel masih menjalankan program tersebut. Keterlibatan dua pengelola sebagai penyelenggara JPK-Gakin menjadikan pemerintah mengeluarkan kebijakan pembagian wilayah layanan puskesmas. Periode transisi ini dijadikan kesempatan oleh pemerintah daerah untuk melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan program tersebut. Ada beberapa perbedaan jenis dan cakupan layanan kesehatan yang ditawarkan oleh keduanya.

Hasil temuan memperlihatkan bahwa puskesmas dan rumah sakit menanggung seluruh biaya pasien Gakin. Namun, jumlah keluarga miskin rujukan di rumah sakit jumlahnya kecil walaupun Bapel menyediakan dana transportasi bagi pasien yang dirujuk ke rumah sakit. Cukup banyak keterbatasan yang dihadapi masyarakat miskin yang tinggal menyebar di wilayah Sumba Timur, antara lain sangat rendahnya keadaan sosial-ekonomi masyarakat, wabah malaria, minimnya tenaga kesehatan di perdesaan, jauhnya jarak layanan kesehatan dengan rumah-rumah penduduk.

Pengelola JPK-Gakin selayaknya perlu memberikan perhatian besar dalam penanganan kesehatan di Sumba Timur yang mayoritas masyarakatnya adalah penduduk miskin.

Wilayah Studi 
Nusa Tenggara Timur
Topik Penelitian 
Kata Kunci 
JPK-Gakin
Sumba Timur
kesehatan
program kemiskinan
Tipe Publikasi 
Laporan
Ikon PDF Download (202.88 KB)

Bagikan laman ini