Halo Pembaca,
Setiap 23 Juli kita memperingati Hari Anak Nasional. Momen ini pas untuk menyimak studi Bappenas, UNICEF Indonesia, dan SMERU yang menempatkan perspektif anak dan remaja di wilayah marginal sebagai pusat analisis. Temuan studi ini menegaskan pentingnya mengakomodasi suara mereka dalam perumusan kebijakan yang lebih inklusif.
Kami juga menghadirkan beragam bacaan pilihan yang ditulis oleh dua peneliti kami. Artikel pertama, oleh Muhammad Syukri, mengulas dampak kebijakan partisipatif pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo terhadap demokrasi desa dan pengelolaan lingkungan. Artikel kedua oleh Jonathan Farez mengenai peluang dan tantangan pemanfaatan akal imitasi (AI) dalam penyaluran bantuan sosial. Selain itu, Anda juga bisa menyimak video singkat mengenai studi terbaru kami tentang peluang pekerjaan hijau di sektor tekstil dan produk tekstil.
Terakhir, bagi Anda yang ingin memperdalam pengetahuan tentang metodologi penelitian kebijakan, kami juga mengundang Anda untuk mengikuti pelatihan Metodologi Kualitatif dalam Riset Kebijakan yang akan diselenggarakan SMERU Learning Centre pada 5–6 Agustus.
Selamat membaca, semoga rangkaian konten dalam edisi ini bermanfaat dan menginspirasi. Kami selalu menantikan masukan dan tanggapan Anda melalui email comms[at]smeru.or.id.
Widjajanti Isdijoso
Direktur, The SMERU Research Institute


