Halo Pembaca,
Agustus menjadi bulan istimewa bagi Indonesia yang merayakan 81 tahun kemerdekaan, sekaligus merefleksikan perjalanan pembangunan dan tantangan yang masih dihadapi. Semangat refleksi ini sejalan dengan sejumlah momentum penting lainnya pada bulan ini yang mengingatkan kita pada beragam dimensi pembangunan; mulai dari hak dan aspirasi masyarakat adat, dukungan terhadap praktik pemberian makan bayi dan anak, hingga peran pemuda dalam kehidupan publik.
Dalam Nawala SMERU edisi kali ini, saya merekomendasikan sejumlah bacaan dan konten yang relevan dengan tema-tema tersebut. Untuk memperingati Hari Masyarakat Adat Sedunia (9 Agustus), kami mengangkat kembali serangkaian tulisan dari studi SMERU di Papua yang menunjukkan pentingnya pendekatan pembangunan yang selaras dengan sistem penghidupan, konteks sosial-budaya, dan aspirasi orang asli Papua.
Kami juga menghadirkan kembali temuan studi tentang pemberian makan bayi dan anak yang diterbitkan satu dekade lalu dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia (1–7 Agustus). Temuan ini mengingatkan bahwa praktik keluarga turut dipengaruhi oleh dukungan tenaga kesehatan, tempat kerja, kebijakan, dan lingkungan yang lebih luas.
Sejalan dengan Hari Pemuda Internasional (12 Agustus), simak pengalaman program BASAbali dan BASAsulsel Wiki Maraton (Wikithon) dalam membuka ruang partisipasi sipil bagi pemuda. Jangan lewatkan pula tiga video pendek tentang peran pemerintah daerah dalam transisi energi, serta kelas pelatihan policy brief SMERU Learning Centre yang akan diselenggarakan pada 16–17 September 2026.
Kami selalu menantikan masukan dan tanggapan Anda melalui email comms[at]smeru.or.id. Selamat membaca!
Widjajanti Isdijoso
Direktur, The SMERU Research Institute


