Program Sertifikasi Guru dan Program Bankes: Mampukah Meningkatkan Kualitas Pendidikan?

Pemantauan, Evaluasi, dan Pembelajaran
Penelitian Kebijakan
Abstrak 

Pada 12 Maret 2008 Pemerintah Indonesia bersama sembilan negara lain mencanangkan Deklarasi Bali yang salah satu butirnya adalah mendorong peningkatan kualitas guru. Keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas guru dapat ditelusuri sejak beberapa tahun silam, antara lain, dengan ditandatanganinya deklarasi guru sebagai tenaga profesional pada 2004. Pada tahun-tahun berikutnya komitmen ini diikuti oleh berbagai kebijakan, antara lain, Undang-Undang No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kesejahteraan, dan daya tarik profesi guru.

Masalah kualitas guru tidak bisa lepas dari keterpaduan tiga faktor, yakni jaminan kesejahteraan ekonomi, kemampuan profesional, dan kondisi kerja. Keterkaitan di antara faktor-faktor tersebut membuat masalah mutu pendidikan tidak bisa dipecahkan dengan hanya mengedepankan salah satu faktor. Penelitian SMERU mengenai Program Sertifikasi Guru dalam Jabatan dan Bantuan Kesejahteraan Guru di Daerah Terpencil mengungkap kenyataan ini. Beberapa indikasi yang muncul dari temuan kedua penelitian ini bahkan menggiring kita pada pertanyaan apakah program/kebijakan yang dicanangkan pemerintah akan mampu mencapai tujuan akhir, yakni meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Dalam edisi ini, isu kualitas pendidikan di Indonesia dipertajam melalui artikel pakar pendidikan Arief Rachman yang meninjau masalah kualitas guru secara lebih luas, melampaui aspek akademis. Dari sudut pandang lain, Wrenges Widyastuti dari Yayasan Cahaya Guru (YCG) menggambarkan berbagai upaya dan strategi yang telah diprakarsai organisasi masyarakat sipil ini untuk meningkatkan kapasitas profesional guru.

Penyunting 
Liza Hadiz
Robert Justin Sodo
Budhi Adrianto
Kata Kunci 
pendidikan
guru
sertifikasi guru
kesejahteraan guru
Tipe Publikasi 
Buletin
Ikon PDF Download (2.41 MB)

Bagikan laman ini