SMERU Global Network

 

 

Pada 2014, saya menemukan hasil-hasil penelitian SMERU yang bagus dan informatif, dan menggunakannya untuk menulis tesis S-2 saya. Pada 2015, Pak Darno juga datang ke kantor saya saat itu di Kementerian PPN/Bappenas untuk memberikan masukan sehingga sosok beliau menginspirasi saya untuk ikut bekerja di SMERU. Selain itu, SMERU yang juga ber-partner dengan donor membuat saya berpikir bahwa memulai berkarier di SMERU akan membuka kesempatan pula untuk berkarier nantinya di sisi donor.

SMERU sangat serius dan mendetail, serta terus berupaya untuk mengedepankan fakta dalam menghasilkan laporan/publikasi. Hal ini membuat saya bangga dan tidak akan lupa bahwa SMERU adalah lembaga yang sangat kuat kompetensinya. Selain itu, kekeluargaan dan pertemanan di kantor SMERU juga terasa amat hangat dan menumbuhkan rasa memiliki dan semangat kerja. Begitu banyak support yang diberikan oleh teman-teman jika kita ingin meraihnya. Kehangatan ini juga tidak berhenti hanya dalam lingkungan pekerjaan, tetapi juga pada pertemanan di luar kantor.

Gema Satria Mayang Sedyadi
Peneliti
Januari 2015–Januari 2022

Berkat ketaktahuan saya, saya tidak tahu apa-apa tentang SMERU atau bahwa saya bisa hidup dari melakukan penelitian. Setelah lulus, saya melamar ke semua lowongan yang ada kata "penelitian" di dalamnya dan baru mengetahui bahwa ada lembaga penelitian bernama SMERU melalui situs web ANU. Afiliasi dengan lembaga internasional inilah yang menarik perhatian saya. Mengingat masa itu, seharusnya Pak Asep sudah menghukum saya karena tidak tahu SMERU, tapi untungnya tidak demikian, dan selebihnya adalah seperti yang diketahui bersama.

Di SMERU, saya menemukan keluarga pertama saya. Setelah Anda bergabung dengan SMERU, Anda menjadi anggota satu keluarga besar yang penuh kepercayaan, kehangatan, dan ketulusan. Meskipun hanya sebentar, saya banyak berutang budi kepada SMERU yang menunjukkan jalan kepada saya lewat berbagai bimbingan, pengalaman, dan koneksi (ada banyaaak sekali). Kepada almarhum Ibu Budi, kepada Pak Asep, dan kepada Pak Darno, TERIMA KASIH!

Gracia Hadiwidjaja
Peneliti
Desember 2010–April 2012

Semasa kuliah di Monash University, Australia, saya banyak mendengar tentang SMERU dan sempat membaca publikasi/laporan penelitian mereka. Dari dulu, saya selalu ingin menggeluti masalah kebijakan, terutama yang menyangkut masalah sosial-ekonomi, tetapi sampai saat itu, saya belum pernah bekerja di lembaga penelitian. Oleh karena itu, setelah selesai S-2, saya memutuskan untuk langsung bergabung dengan SMERU karena menurut saya, SMERU akan menjadi tempat ideal untuk belajar lebih banyak serta berkontribusi pada program dan kebijakan pembangunan di Indonesia.

Tugas saya (di SMERU) adalah membuat rencana kerja berbagai kegiatan proyek penelitian, termasuk menulis proposal penelitian, laporan progres kegiatan, dan rencana anggaran; mengelola hubungan strategis dengan klien utama, mitra, dan pemangku kepentingan; serta mengelola proses tender kepada donor dan mitra eksternal. Saya juga bekerja erat dengan lebih dari 30 peneliti serta membangun jaringan dengan lembaga think tank lainnya. Saya menikmati betapa bervariasinya pekerjaan sehari-hari saya di SMERU. Rekan-rekan kerja saya hebat, baik, dan berbakat; lingkungan kerjanya ramah keluarga; dan saya juga berkesempatan untuk terlibat dalam proyek penelitian yang sesuai dengan minat saya. Saya juga menjalin kontak dengan para pembuat kebijakan terkemuka dan belajar bagaimana memengaruhi pemerintah dan debat publik. Keahlian yang saya peroleh selama di SMERU terbukti sangat berguna untuk mendukung pekerjaan saya saat ini dalam menangani hal-hal yang terkait dengan kebijakan di tingkat daerah.

Intani Kusuma
Staf Administrasi Program Senior
Oktober 2013–September 2016

Penelitian-penelitian SMERU sangat menarik dan saya yakin sangat berpotensi memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Semua anggota staf sangat baik dan sangat terbuka untuk mendiskusikan berbagai ide dan opsi. Saya jadi belajar banyak tentang Indonesia dengan membaca tulisan-tulisan hasil penelitian, melibatkan diri dalam obrolan, dan menangkap geliat kehidupan.

Joelle Vandermensbrugghe
Penasihat penulisan akademik untuk AVI
Agustus 2020–Oktober 2021

Alasan utama saya bergabung adalah karena SMERU merupakan salah satu lembaga penelitian yang disegani dan kredibel di Indonesia. SMERU juga merupakan tempat terbaik bagi yang tertarik dengan ekonomi pembangunan, penelitian kebijakan, atau penelitian ilmu sosial secara umum serta ingin mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan proyek penelitian dari awal hingga akhir.

Seluruh perjalanan saya di SMERU tidak terlupakan karena tiap hari saya berkesempatan untuk belajar hal baru. Namun, jika disuruh memilih satu saja, maka pengalaman ketika saya melakukan survei di daerah-daerah 3T di Indonesia adalah pengalaman tak terlupakan. Dari pengalaman itu, saya benar-benar merasa mendapatkan kesempatan untuk lebih memahami situasi sebenarnya dari topik yang kami kaji. Selain itu, rekan-rekan kerja yang pintar, ramah, dan suportif juga merupakan kemewahan yang tidak selalu ada di setiap tempat kerja.

Muhammad Adi Rahman
Peneliti
Februari 2019–Juni 2021

Sebagai lembaga think tank terkemuka dalam penelitian kemiskinan dan ketimpangan sosial, The SMERU Research Institute adalah tempat untuk belajar dan berinteraksi dengan rekan-rekan akademisi yang memiliki minat yang sama terhadap isu tersebut.

Selama bekerja di SMERU, saya didorong untuk bebas berpendapat dan diberi kesempatan untuk mempublikasikan temuan kolektif kami dalam jurnal internasional bereputasi.

Muhammad Soufi Cahya Gemilang
Asisten Peneliti
September–Desember 2021

Ketika bergabung dengan SMERU, kondisi Indonesia sedang dalam masa krisis ekonomi. Sebagai dosen, tentunya saya ingin mempunyai pengalaman penelitian.  Ketika SMERU didirikan, saya pikir inilah salah satu tempat di mana saya dapat mendapatkan pengalaman penelitian dalam skala yang lebih besar.

Pengalaman pertama adalah ketika proses rekrutmen. Saya mungkin satu-satunya pelamar dari luar pulau Jawa. Ketika diterima dan kemudian bergabung bersama peneliti lainnya, sangat banyak pengalaman yang saya dapatkan, antara lain sebagai berikut.

  • Saya mendapat pengalaman berkolaborasi dengan peneliti dari berbagai disiplin ilmu di SMERU.
  • Karena pola teamwork, setiap peneliti diberi kesempatan untuk memimpin satu tim untuk satu kajian tertentu. Di sini kami diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman menjadi ketua tim studi–pengalaman yang sangat berharga.
  • Pelaksanaan kegiatan menuntut peneliti untuk melihat sebuah persoalan dari berbagai perspektif dan kemudian menggali informasi lapangan yang memaksa peneliti untuk banyak belajar.
  • Teknik penyusunan laporan berjenjang sampai dengan final report yang kemudian didistribusikan kepada stakeholders menuntut adanya informasi yang akurat dan akuntabel karena dengan laporan tersebut, kami juga memberikan kesempatan kepada stakeholders untuk mendiskusikan temuan secara lebih mendetail.
  • Ada kebanggaan tersendiri ketika hasil-hasil temuan yang direkomendasikan digunakan dalam pengambilan kebijakan oleh stakeholders (misalnya pemerintah).
  • Menjadi bagian dari SMERU memberikan kesempatan kepada saya untuk lebih mengenal banyak pihak, baik dari pemerintahan, ornop, maupun pihak lain yang mungkin tidak saya dapatkan di tempat bekerja saat ini.    
Musriyadi Nabiu
Peneliti
Oktober 1998–Desember 2000

Saya bergabung dengan SMERU pada 2000 sebagai sukarelawan Australian Volunteers International (AVI) yang pertama. Saya sangat tertarik untuk mendukung kiprah penting SMERU dalam memahami kemiskinan dan aspek kesejahteraan lainnya pada awal-awal transisi politik Indonesia di saat Indonesia juga terdampak oleh Krisis Keuangan Asia yang terjadi pada akhir 1990-an. SMERU merupakan satu dari sedikit lembaga tepercaya yang melakukan penelitian lapangan bermetode campuran (mixed-method) terhadap masalah kemiskinan, bantuan langsung tunai, dan pelaksanaan desentralisasi serempak waktu itu. Informasi ini sangat penting untuk memberi masukan bagi perumusan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Saya sangat menyukai saat-saat pertama saya bekerja di SMERU–itu adalah masa-masa pembentukan bagi saya dan saya berterima kasih atas semua yang telah diajarkan SMERU, termasuk bagaimana menjadi peneliti lapangan yang efektif! Tim saya terasa sangat hangat dan ramah, serta yang terpenting, saat itu sedang melakukan pekerjaan yang kritis dan menginspirasi. Luar biasa rasanya dapat berkontribusi di sana. Sejak itu, saya beruntung dapat terus terlibat dalam berbagai kegiatan SMERU sebagai bagian dari jaringan mitra dalam Knowledge Sector Initiative di Indonesia dengan memberikan umpan balik tahap awal terhadap banyak penelitiannya, misalnya, mengenai pemberdayaan perempuan, serta melalui kerja sama SMERU dengan University of Melbourne. Selama dua dasawarsa ini, SMERU sudah menunjukkan perannya yang makin penting, dan saya berharap bahwa SMERU masih akan terus memainkan peran penting dalam penelitian dan memberikan masukan bagi kebijakan di Indonesia dalam beberapa dasawarsa mendatang.

Rachael Diprose
Sukarelawan Australian Volunteers International (AVI), dan juga kerja sama melalui Program Bantuan Australia
2000–2002; 2014–2021 (melalui Program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) and Knowledge Sector Initiative)

SMERU merupakan lembaga penelitian sosial-ekonomi terbaik di Indonesia dalam isu-isu kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Untuk itu, bagi saya, SMERU memiliki ekosistem terbaik bagi peneliti yang ingin memperoleh banyak pengalaman dalam mengaplikasikan berbagai metode penelitian sosial.

Saya berkesempatan untuk belajar banyak mengenai berbagai metode penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif, yang hingga saat ini terus bermanfaat di bidang pekerjaan saya.

Suasana kerjanya sangat kondusif mulai dari tim peneliti, editor, operasional, hingga manajemen yang saling mendukung sehingga SMERU dapat menghasilkan output-output penelitian yang baik.

Radi Negara
Peneliti
Januari 2011– November 2014

Waktu itu saya masih fresh graduate yang sedang menunggu wisuda. Saya membaca ada lowongan pustakawan di mailing list internal kampus.

Saya mencoba melamar ke SMERU dengan harapan mendapatkan pengalaman dan pendapatan yang jauh lebih baik. Kebetulan sebelumnya saya menyambi bekerja sambil berkuliah.

Waktu itu yang ada di benak saya adalah SMERU merupakan lembaga penelitian yang mungkin di dalamnya berisi orang-orang yang amat serius, mirip seperti suasana di LIPI. Namun, ternyata saya menemukan suasana kerja yang santai tetapi cerdas. Saya banyak belajar dari rekan-rekan untuk bekerja dengan sepenuh hati tetapi efesien dan teliti, plus dengan suasana hati yang senang dan santai.
Di SMERU semua anggota lembaga terasa sangat setara. Saya menyaksikan bagaimana direktur dapat mengobrol lepas dengan office boy dan seluruh staf lainnya. Kami pun terbawa dalam semangat kesetaraan itu. Salah satu pengalaman terbaik saya untuk bisa bergabung sebagai bagian dari keluarga besar SMERU.

Salah satu peristiwa yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika SMERU kehilangan Mbak Wina, seorang peneliti muda yang cerdas dan ceria. Detik-detik ketika Mbak Wina mengalami koma terasa sangat kelabu di kantor. Saat kami rapat untuk membagi jadwal jaga di RS, ternyata Mbak Wina berpulang. Saat itu semua staf menangis karena masing-masing memiliki memori tersendiri bersama beliau. 

Ratna Dewi Nurlaila
Pustakawan
Oktober 2006–September 2009

Bagikan laman ini