Indeks Kesejahteraan Sosial

Analisis Kemiskinan dan Ketimpangan
Penelitian Kebijakan
Latar Belakang 

Kementerian Sosial, yang mendapatkan mandat Undang-Undang Dasar 1945 sebagai lembaga pemerintah yang bertugas dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial, perlu menyusun dan mengembangkan instrumen untuk mengukur indeks kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang–dalam konteks ini setiap warga negara Indonesia. Instrumen ini diharapkan dapat mengukur indeks tersebut secara akurat dan objektif berdasarkan indikator-indikator.

Kementerian Sosial menggunakan Indeks Kesejahteraan Sosial (Ikesos) sebagai indikator utama dalam Rencana Strategis Kementerian Sosial 2020–2024. Penggunaan Ikesos ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai mitra Kementerian Sosial dalam menangani kemiskinan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Sejak 2017, SMERU telah berkontribusi dalam penyusunan Indeks Pembangunan Ekonomi Inklusif, penyempurnaan Indeks Demokrasi Indonesia dan Indeks Kebudayaan, serta pemutakhiran Indeks Pembangunan Pemuda. Dengan pengalaman tersebut, SMERU tertarik untuk membantu Kementerian Sosial dalam pengembangan dan penghitungan Ikesos.

Tujuan 

Tujuan studi ini adalah membangun Ikesos untuk menggambarkan kondisi kesejahteraan masyarakat miskin dan rentan. Secara terperinci, studi ini diarahkan untuk

  1. merumuskan kerangka konseptual Ikesos,
  2. menentukan indikator dan membangun pedoman penghitungannya,
  3. melakukan uji coba penghitungan dan evaluasi kelayakannya, dan
  4. melakukan penghitungan final.
Metodologi 

Studi ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan untuk membangun kerangka konseptual Ikesos; menentukan dimensi, indikator, dan setiap bobotnya; serta mengevaluasi kelayakannya. SMERU akan melakukan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan para ahli dan pemangku kepentingan, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan di daerah untuk mengevaluasi kelayakan hasil penghitungan Ikesos. Sementara itu, pendekatan kuantitatif digunakan untuk menyusun pedoman penghitungan indikator, menentukan pembobotan untuk tiap-tiap dimensi dan indikator, serta melakukan penghitungan Ikesos.

Ikesos akan disusun melalui enam tahapan. Pada tahap awal, SMERU akan melakukan studi pendahuluan, yang juga merupakan bagian pertama dari rangkaian studi penyusunan Ikesos. Studi ini akan dilanjutkan dengan studi perkembangan Ikesos.

Studi saat ini hanya melihat dua tahapan berikut.

  1. Perumusan tujuan dan definisi serta penetapan dimensi Ikesos yang meliputi
  • melakukan kajian literatur
  • membuat instrumen wawancara mendalam
  • membuat instrumen FGD
  • melakukan konsultasi dengan pakar melalui wawancara mendalam
  • mendiskusikan dan menulis usulan definisi, cakupan, serta dimensi Ikesos dengan pakar dan pemangku kepentingan melalui FGD
  • memaparkan dan mendiskusi usulan definisi, cakupan, serta dimensi Ikesos dengan pakar dan pemangku kepentingan melalui FGD
  • melakukan finalisasi kerangka konsep Ikesos
  1. Perumusan indikator serta definisi operasionalnya yang meliputi
  • memetakan ketersediaan data sekunder
  • melakukan konsultasi dengan pakar melalui wawancara di tingkat nasional dan daerah
  • melakukan FGD untuk merumuskan indikator dengan pakar dan pemangku kepentingan
  • mengumpulkan data sekunder di tingkat nasional
  • melakukan uji coba penghitungan indikator
  • menguji validitas dan reliabilitas
  • melakukan FGD untuk menetapkan indikator dengan para pakar dan pemangku kepentingan
Penasihat 
Asep Suryahadi
Koordinator 
Nila Warda
Anggota Tim 
Hastuti
Wandira Larasati
Yudi Fajar M. Wahyu
Status 
Selesai
Tahun Penyelesaian 
2020
Pemberi Dana Proyek 
Kementerian Sosial
Wilayah Studi 

Bagikan laman ini