Our Expertise
Hasil studi terdahulu menunjukkan bahwa anak dari keluarga prasejahtera lebih rentan mengalami konsekuensi negatif akibat kemiskinan daripada anak yang lahir dari keluarga sejahtera. Studi ini bertujuan menganalisis kemiskinan anak secara moneter.
Bagaimana tren kemiskinan anak sejak sebelum pandemi di Indonesia?
Sebelum pandemi COVID-19, berbagai program pembangunan dan penanggulangan kemiskinan telah menunjukkan hasil yang signifikan. Meskipun demikian, ketimpangan antarwilayah masih menjadi tantangan berat bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang baik dan berkualitas bagi daerah yang tertinggal dan/atau terletak di perdesaan.
Bagaimana anak-anak melihat kemiskinan?
Pada survei sosial-ekonomi putaran kedua ini, kami kembali mengumpulkan informasi dari 12.216 rumah tangga yang telah kami wawancarai pada putaran pertama untuk memperkaya data dari waktu ke waktu.
Studi lanjutan yang dilakukan The SMERU Research Institute, UNICEF, dan Kementerian PPN/Bappenas pada 2022 berupaya memperkenalkan Survei Kebahagiaan Anak (SKA) sebagai pijakan dan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kesejahteraaan anak secara holistik.
Mendefinisikan “anak hidup sejahtera” tidak cukup dengan hanya menggunakan pandangan kita akan kebaikan anak. Kita, terutama pengambil keputusan, juga perlu mendengarkan dan merasakan apa yang diharapkan anak.
Indeks Kesejahteraan Anak menggabungkan aspek yang terlihat pada anak (objektif), aspek yang disampaikan anak, dan opini atau perasaan anak (subjektif) untuk mengukur kesejahteraan mereka

