Our Expertise
Buku ini terdiri dari 12 bab yang dibagi ke dalam 3 bagian yang membahas pencapaian dan tantangan transformasi Indonesia sejak jatuhnya rezim otoriter Suharto pada 1998. Perubahan mendasar dari sistem otoriter menjadi sistem demokrasi dianalisis oleh para peneliti, pakar, dan pejabat ornop dari berbagai disiplin ilmu, serta dari Asia pada umumnya (Jepang, Korea, dan Indonesia).
Publikasi ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
---
Tahun 2021 menandai 20 tahun kiprah SMERU dalam dunia penelitian. Ulang tahun SMERU kali ini dirayakan dengan menyelenggarakan serangkaian diskusi tentang peran penelitian dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti serta menerbitkan buku berjudul “20 Tahun SMERU: Perjalanan Membangun Indonesia melalui Penelitian Kebijakan Promasyarakat Miskin”.
“Kaget, takut … langsung nangis, kirain kenapa-napa”. Itulah yang dirasakan Nadia[1], siswa kelas 6 SD di DKI Jakarta ketika melihat ada darah yang menempel di celananya. Nadia tidak sendiri.
Kali pertama kami bertemu Yati (nama samaran) adalah saat focus group discussion (FGD). Melalui tokoh perempuan setempat, kami mengundang sejumlah perempuan untuk berdiskusi mengenai pengetahuan mereka tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan layanan pelaporan KDRT yang bisa diakses. Yati adalah salah satu peserta yang mewakili perempuan di komunitasnya; bukan karena merupakan korban ataupun penyintas KDRT.

