Indeks Kualitas Udara Indonesia

Penelitian Kebijakan
Latar Belakang 

Pesatnya laju pembangunan ekonomi telah mengakibatkan peningkatan drastis polusi udara di Jakarta, dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) yang menyaingi New Delhi dan Beijing. Riset terkini memperkirakan bahwa jika tingkat kualitas udara tetap sama dengan saat ini, penduduk Jakarta secara rata-rata akan kehilangan 5,5 tahun dari masa hidup mereka.

Meski sangat vital bagi kesehatan dan produktivitas, kualitas udara yang baik sering kali diabaikan dan diremehkan. Dibutuhkan lebih banyak riset untuk mengetahui sumber dan konsekuensi polusi udara di Jakarta, bagaimana penduduk di Jakarta memandang permasalahan tersebut, dan tindakan efektif untuk memperbaiki situasi saat ini.

Tujuan 

Studi ini dilakukan dengan dua tujuan.

  1. Mengukur pengetahuan masyarakat tentang polusi udara. Hal ini penting untuk dilakukan karena informasi yang salah dapat membuat masyarakat tidak melakukan tindakan defensif terhadap perusakan lingkungan.
  2. Menguji sejauh mana informasi dan pengalaman udara bersih memengaruhi tuntutan masyarakat akan udara bersih. Salah satu konsekuensi dari makin parahnya polusi di Jakarta adalah besarnya jumlah penduduk yang belum pernah menikmati udara bersih selama bertahun-tahun. Dapat kita bayangkan betapa sulitnya bagi masyarakat untuk mengetahui manfaat udara bersih jika mereka tidak pernah mengalaminya sendiri.
Metodologi 

Pada tahap pertama proyek ini, program uji coba kecil, Zona Udara Bersih (Clean Air Zone/CAZ), akan digunakan untuk mengumpulkan bukti kualitatif dan kuantitatif terkait kondisi saat masyarakat secara fisik merasakan perubahan pada kualitas udara di sekitarnya.

Penasihat 
Lia Amelia
Koordinator 
Akhmad Ramadhan Fatah
Anggota Tim 
Hening Wikan Sawiji
Status 
Sedang bejalan
Tahun Penyelesaian 
2022
Pemberi Dana Proyek 
The University of Chicago
Mitra Teknis 
NAFAS Indonesia
Wilayah Studi 

Bagikan laman ini