Nasional

Indonesia

Modal Sosial: Partisipasi, Kepercayaan, dan Konflik di Perdesaan

Infografis ini diterbitkan berdasarkan Studi Dinamika Ketimpangan dan Penghidupan di Perdesaaan di Indonesia yang dilakukan oleh The SMERU Research Institute dengan dukungan Yayasan TIFA.

Desain Grafis: Novita Maizir

Modal Fisik dan Keuangan: Infrastruktur Fisik & Pendukung Perekonomian Perdesaan

Infografis ini diterbitkan berdasarkan Studi Dinamika Ketimpangan dan Penghidupan di Perdesaan di Indonesia yang dilakukan oleh The SMERU Research Institute dengan dukungan Yayasan TIFA.

Desain Grafis: Novita Maizir

Ketimpangan dan Perkembangan Penghidupan di Perdesaan

Infografis ini diterbitkan berdasarkan Studi Dinamika Ketimpangan dan Penghidupan di Perdesaan di Indonesia yang dilakukan oleh The SMERU Research Institute dengan dukungan Yayasan TIFA.

Desain Grafis: Novita Maizir
 

Laporan Tahunan 2017

Meskipun jumlah dan kualitas penelitian di Indonesia terus meningkat, belum banyak hasil-hasil penelitian yang digunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan. Melihat pentingnya pemanfaatan bukti dan rekomendasi dari hasil penelitian untuk memperkaya perspektif pemangku kepentingan dalam perumusan kebijakan publik yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sepanjang 2017 SMERU secara intensif melibatkan diri dalam proses perumusan berbagai kebijakan, khususnya yang terkait dengan upaya mengatasi persoalan kemiskinan dan ketimpangan.

 

PENELITIAN

KAMI

 

Deskripsi

Kontribusi Penelitian Kebijakan Sosial terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia

Artikel ini memuat tulisan Asep Suryahadi, Syaikhu Usman, M. Sulton Mawardi, Muhammad Syukri dan Dinar Dwi Prasetyo tentang kontribusi penelitian kebijakan sosial terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Artikel tersebut dimuat dalam Buku "Paradigma Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora di Indonesia". Buku ini diterbitkan sebagai usaha penguatan keberadaaan ilmu sosial dan humaniora di Indonesia untuk kepentingan kehidupan bangsa.

Laporan Tahunan 2016

Komitmen untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata merupakan agenda besar pembangunan di seluruh dunia. Komitmen ini terangkum dalam Sustainable Development Goal (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang meliputi 17 tujuan dan 169 target turunan; dengan target utama menghilangkan kemiskinan dan kelaparan dalam segala bentuk dan dimensi, mencapai kesetaraan, dan mengatasi perubahan iklim. Agenda baru SDGs ini dinilai melampaui MDGs karena memperhitungkan akar penyebab kemiskinan dan kebutuhan universal untuk pembangunan yang inklusif.

Ketimpangan, Elite Capture, dan Penargetan Program Perlindungan Sosial: Bukti dari Indonesia

Makalah ini menyelisik hubungan antara ketimpangan, elite capture, dan kinerja penargetan dua program perlindungan sosial terbesar di Indonesia, yakni Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kedua program itu berbeda dalam hal metode penargetan. Penargetan dalam program Raskin terdesentralisasi, sedangkan penargetan dalam BLT lebih terpusat.

Estimasi Dampak Ketimpangan Terhadap Pertumbuhan dan Pengangguran di Indonesia

Peningkatan ketimpangan (inequality) saat ini merupakan hal yang menjadi perhatian di berbagai tempat di dunia. Kertas kerja ini memberikan bukti empiris mengenai dampak ketimpangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengangguran dalam konteks Indonesia. Indonesia mengalami peningkatan ketimpangan yang terus-menerus dan signifikan sejak awal 2000-an.

Ketimpangan dan Stabilitas di Indonesia yang Demokratis dan Terdesentralisasi

Ketimpangan ekonomi di Indonesia makin meningkat dan belakangan ini mencapai rekor tertinggi 0,41 yang diukur berdasarkan indeks Gini pengeluaran konsumsi rumah tangga. Selain implikasi ekonomi, isu meningkatnya ketimpangan juga penting secara sosial dan politik karena bisa membahayakan stabilitas masyarakat, terutama di negara demokrasi yang besar, muda, dan beragam seperti Indonesia yang diganggu oleh merebaknya kemiskinan dan kerentanan di tengah meningkatnya harapan.

Bagikan laman ini