COVID-19

Artikel
15 Nov 2022

.

Artikel ini dimuat ulang dari The Conversation Indonesia.

 

.

Publications
09 Mei 2022

Pandemi COVID-19 di Indonesia telah berujung pada krisis sosial-ekonomi yang dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok 40% masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Untuk menangani krisis tersebut, pemerintah telah menerapkan program-program jaring pengaman sosial (JPS) yang mencakup, antara lain, bantuan sosial, percepatan pelaksanaan Kartu Prakerja, dan pemotongan tagihan listrik.

Publications
09 Mei 2022

Di sebagian daerah di Indonesia, upaya pengendalian penyebaran pandemi COVID-19 telah diikuti dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh. Sebagai akibatnya, guru dan murid dituntut untuk bisa beradaptasi dengan perubahan pada proses belajar-mengajar. Pada praktiknya, penerapan kebijakan tersebut sangat bervariasi dan dipengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor yang memengaruhi kegiatan belajar dari rumah adalah akses terhadap alat komunikasi. Murid yang tidak memiliki alat komunikasi mengalami kesulitan untuk menerima materi ajar dari guru.

Publications
09 Mei 2022

Krisis ekonomi yang dipicu oleh pandemi COVID-19 memengaruhi situasi ketenagakerjaan di Indonesia. Sejumlah tenaga kerja terpaksa dirumahkan dan bahkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat terganggunya kegiatan operasional perusahaan yang terdampak krisis ini. Ada enam lapangan usaha yang berpotensi terdampak cukup parah, yaitu penyedia akomodasi, dan makanan dan minuman; perdagangan; transportasi dan pergudangan; konstruksi; industri pengolahan; dan jasa lainnya.

Publications
09 Mei 2022
  • Pandemi COVID-19 secara umum menurunkan jumlah kunjungan ke layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA), terutama layanan imunisasi dasar dan penimbangan anak bawah lima tahun, di Kota Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Maros, Kabupaten Badung, dan Kota Kupang.
  • Perubahan pelaksanaan layanan gizi dan KIA di lima wilayah tersebut sudah mengacu pada pedoman layanan gizi dan KIA pada masa pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.
Publications
09 Mei 2022

Jumlah kasus positif penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) di Indonesia yang terus meningkat menunjukkan bahwa pandemi masih jauh dari berakhir. Berbagai upaya telah dilakukan, tetapi sebagian upaya tersebut belum berhasil dalam mengendalikan pandemi ini. Beredarnya berita palsu (hoax) dan takselarasnya kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 menimbulkan kebingungan masyarakat dalam menyikapi situasi pandemi. Sebagai akibatnya, persepsi masyarakat terhadap risiko penularan COVID-19 berubah-ubah sehingga memicu munculnya rasa aman semu.

Publications
11 Apr 2022

Krisis ekonomi yang dipicu oleh pandemi COVID-19 berdampak pada situasi ketenagakerjaan di Indonesia. Setidaknya ada dua implikasi yang ditimbulkan oleh krisis ini pada sektor ketenagakerjaan, yakni (i) peningkatan angka pengangguran dan (ii) berubahnya lanskap pasar tenaga kerja.

Bagikan laman ini