Perpustakaan Ramah Anak dan Dampaknya terhadap Kebiasaan Membaca

Latar Belakang 

Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam hal literasi. Berbagai asesmen nasional menunjukkan adanya kesenjangan antara angka partisipasi sekolah dan tingkat kemahiran membaca siswa yang sesungguhnya. Meskipun pemerintah telah menggulirkan Gerakan Literasi Nasional, banyak siswa, terutama di daerah terpencil, masih kesulitan mengakses bahan bacaan berkualitas dan lingkungan sekolah yang mendukung. Padahal, ketersediaan sarana tersebut sangat penting untuk menumbuhkan kemampuan kognitif anak sejak dini.

Sejak 2014, program Room to Read Indonesia berupaya mengatasi tantangan tersebut melalui dukungan pada penerbitan buku dan pembangunan perpustakaan ramah anak. Bekerja sama dengan ProVisi Mandiri Pratama, program ini telah melatih sekitar 200 penulis dan ilustrator untuk menghasilkan 130 buku cerita orisinal, sekaligus membangun perpustakaan sekolah ramah anak di lima wilayah di Indonesia. Agar perpustakaan tidak hanya menjadi ruang penyimpanan buku, tetapi berkembang sebagai pusat aktivitas membaca yang berkelanjutan, program ini juga memberikan pelatihan teknis bagi guru serta menerapkan sistem peminjaman buku yang terstruktur. Intervensi ini dilaksanakan selama 18 bulan, yang mencakup 4 bulan tahap persiapan dan penguatan kapasitas, diikuti dengan 14 bulan pendampingan dan pemantauan intensif. Setelah itu, evaluasi dilaksanakan sekitar tiga bulan setelah periode pemantauan dan dukungan berjalan.

Untuk menilai dampak dari berbagai upaya tersebut, SMERU melakukan evaluasi program di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Studi ini mengkaji sejauh mana program efektif dalam menumbuhkan kebiasaan membaca, sekaligus mengidentifikasi praktik baik serta tantangan dalam pelaksanaannya. Temuan berbasis bukti dari studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan program ke depan, serta mendukung pembuat kebijakan, pelaksana, dan para pemangku kepentingan dalam memperluas pendekatan yang terbukti berhasil guna meningkatkan literasi dan pemerataan pendidikan di Indonesia. 

Tujuan 

Evaluasi ini memiliki tujuan sebagai berikut.

  • Menilai efektivitas intervensi dalam meningkatkan kebiasaan membaca pada kelompok sasaran.
  • Mengkaji kesesuaian desain dan pelaksanaan program dalam menjawab kebutuhan spesifik komunitas sekolah.
  • Menganalisis keberlanjutan hasil program serta potensinya dalam memberikan dampak jangka panjang.
  • Merumuskan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk mendukung pengambilan kebijakan serta memperkuat desain, pelaksanaan, dan perluasan program literasi di masa mendatang.
Metodologi 

Studi ini menggunakan pendekatan metode campuran, yang mengombinasikan data kuantitatif dengan cerita dan pengalaman para pemangku kepentingan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang dampak program.

  • Survei Kuantitatif dan Observasi Lapangan
    Tim peneliti menyurvei siswa untuk mengukur perubahan frekuensi membaca dan kemampuan membaca mereka dari waktu ke waktu. Selain itu, observasi lapangan dilakukan untuk mencatat seberapa sering anak-anak memanfaatkan perpustakaan serta jenis buku yang paling banyak dibaca.
     
  • Wawancara Kualitatif dengan Pemangku Kepentingan
    Wawancara mendalam dilakukan dengan tenaga pendidik dan perwakilan pemerintah daerah guna memahami keberhasilan dan tantangan dalam pengelolaan perpustakaan. Tim peneliti juga mewawancarai dengan keluarga di tingkat rumah tangga untuk melihat bagaimana kebiasaan membaca didukung dan dibangun di lingkungan keluarga.

Bagikan laman ini

Penasihat 
Koordinator 
Status 
Sedang berjalan
Tahun Penyelesaian 
2026
Pemberi Dana Proyek 
Room to Read dan ProVisi Education
Wilayah Studi