Menelaah Tantangan dan Peluang untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

Pemantauan, Evaluasi, dan Pembelajaran
Penelitian Kebijakan

.

Publikasi ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris.
.

Studi ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia, dengan fokus pada kinerja siswa dalam asesmen nasional (Asesmen Nasional [AN] dan Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia [AKMI]). Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), penelitian ini mengombinasikan analisis kuantitatif terhadap data AN dan AKMI tahun 2023 dengan temuan kualitatif dari studi kasus yang dilakukan di Kabupaten Magelang (Jawa Tengah) dan Kabupaten Maros (Sulawesi Selatan). Studi ini juga menelaah kesenjangan hasil belajar antara sekolah dan madrasah negeri dan swasta, serta perbedaan berbasis gender, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap kesenjangan tersebut.

Analisis data AN mengungkap bahwa penerapan kurikulum nasional yang berpusat pada siswa, keberagaman karakteristik guru, keterlibatan orang tua, serta lingkungan sekolah yang positif merupakan faktor-faktor utama yang memengaruhi capaian pembelajaran. Ketersediaan perpustakaan dan akses internet di sekolah dan madrasah menunjukkan dampak yang bervariasi terhadap hasil belajar siswa, tergantung dari konteks pendidikan masing-masing—menunjukkan korelasi positif dalam beberapa situasi, tetapi kurang signifikan dalam situasi lainnya.

Keberagaman karakteristik guru memiliki dampak besar terhadap capaian pembelajaran, yang menegaskan pentingnya pengelolaan kebutuhan dan pengalaman guru yang beragam di Indonesia. Pendekatan yang seimbang dalam pengembangan dan dukungan bagi guru sangat diperlukan melalui pembelajaran kolaboratif dan berbagi pengetahuan yang berkelanjutan, yang dapat didorong melalui pendekatan komunitas belajar di sekolah atau madrasah.

Praktik pengajaran inovatif menunjukkan korelasi negatif dengan skor literasi dan numerasi, tetapi berkorelasi positif dengan kemampuan berpikir kreatif dan penalaran kritis siswa. Perbedaan ini kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan penerapan di kelas serta penafsiran yang terlalu berfokus pada teknologi sehingga menghambat efektivitasnya dalam memperkuat keterampilan dasar.

Iklim sekolah dan madrasah yang aman dan inklusif berhubungan positif dengan kinerja akademik siswa di semua jenjang pendidikan. Karakteristik lingkungan sekolah, seperti pengelolaan kelas yang efektif, kedisiplinan positif, tidak adanya perundungan, sikap positif terhadap disabilitas, serta tersedianya layanan bagi siswa dengan disabilitas menunjukkan korelasi positif dengan capaian siswa di semua jenjang pendidikan. Temuan kualitatif juga menyoroti pentingnya kepemimpinan sekolah yang efektif.

Kesenjangan capaian dalam literasi, numerasi, dan keterampilan abad ke-21 antara sekolah dan madrasah negeri dan swasta dipengaruhi oleh perbedaan profil guru, karakteristik sekolah, serta upaya transformasi yang dilakukan. Mengatasi kesenjangan-kesenjangan utama ini dapat mendorong hasil belajar yang lebih setara dan mempersempit kesenjangan capaian antara lembaga pendidikan negeri dan swasta. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menegaskan perlunya intervensi yang kontekstual dan spesifik menyasar faktor-faktor untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.


Saran Sitasi

UNICEF (2025) “Examining challenges and opportunities to improve the quality of education in Indonesia”

Bagikan laman ini

Penulis 
Asri Yusrina
Risa Wardatun Nihayah
Affandi Ismail
Sylvia Andriyani Kusumandari
Veto Tyas Indrio
Heni Kurniasih
Rasidi
Fakry Hamdani
Kaharuddin
Siti Nurul Azkiyah
Penulis
Risa Wardatun Nihayah
Affandi Ismail
Rasidi
Fakry Hamdani
Kaharuddin
Siti Nurul Azkiyah
Wilayah Studi 
Nasional
Topik Penelitian 
Kata Kunci 
asesmen nasional
literasi
numerasi
keterampilan abad ke-21
kesenjangan pembelajaran
Tipe Publikasi 
Laporan
Publisher Name 
UNICEF