Asri Yusrina adalah Peneliti Senior sekaligus Ketua Klaster Tata Kelola, Kemiskinan, dan Ketimpangan di The SMERU Research Institute. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia dan gelar magister ekonomi dari University of Queensland, Australia. Sebagai ekonom kuantitatif, Asri memanfaatkan analisis STATA tingkat lanjut untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang bersumber dari data survei primer maupun berbagai set data nasional sekunder, termasuk Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).
Fokus penelitiannya mencakup berbagai isu pembangunan, terutama di bidang pendidikan, kemiskinan, dan deprivasi multidimensi pada anak. Dalam setiap penelitiannya, Asri secara konsisten mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (gender equality, disability, and social inclusion/GEDSI) agar hasil penelitiannya relevan bagi perumusan kebijakan yang inklusif.
Asri mengembangkan keahlian yang mendalam di bidang penelitian pendidikan melalui keterlibatannya dalam Program Research on Improving Systems of Education (RISE) di Indonesia. Dalam program tersebut, ia memimpin pengembangan instrumen observasi kelas serta melakukan sejumlah penelitian mengenai Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Belakangan, ia juga terlibat dalam penelitian diagnostik yang memanfaatkan data Asesmen Nasional (AN), yang menjadi landasan bagi platform Rapor Pendidikan milik pemerintah untuk mengevaluasi literasi, numerasi, dan lingkungan belajar di sekolah.
Selain di bidang pendidikan, Asri juga aktif meneliti isu kemiskinan, khususnya melalui pendekatan siklus hidup dalam perlindungan sosial dengan penekanan pada mekanisme penargetan. Melalui pendekatan yang ketat dan berbasis data, ia berkontribusi terhadap upaya reformasi pendidikan dan perumusan kebijakan sosial-ekonomi berbasis bukti di Indonesia. Asri juga mendukung berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan anak sebagai anggota Early Childhood Education and Development (ECED) Council, sebuah forum multipemangku kepentingan yang didukung oleh Tanoto Foundation.