Menjembatani Kesenjangan Gender di Sektor Ojek Online di Indonesia: Desain Studi Pilot Intervensi Identitas Sosial

Latar Belakang 

Kesenjangan gender masih menjadi tantangan besar di dunia kerja. Perempuan kerap menghadapi hambatan dari norma sosial dan struktur yang membatasi pilihan pekerjaan mereka, terutama di sektor yang didominasi laki-laki. Hal ini antara lain terlihat di sektor ojek online di Indonesia; jumlah pengemudi perempuan masih sangat rendah meskipun permintaan dari penumpang perempuan terus meningkat.

Padahal, pekerjaan sebagai pengemudi ojek online menawarkan fleksibilitas waktu dan hambatan masuk yang relatif rendah—dua hal yang seharusnya mendukung partisipasi perempuan, terutama bagi mereka yang juga memikul tanggung jawab rumah tangga. Namun, faktor seperti kekhawatiran keamanan, kurangnya dukungan keluarga, serta minimnya panutan perempuan membuat sektor ini tetap sulit diakses. Bahkan, praktik diskriminatif dari penumpang turut memperkuat anggapan bahwa pekerjaan ini lebih cocok untuk laki-laki.

Berbagai upaya telah dilakukan, seperti pelatihan keamanan dan program pendampingan khusus bagi pengemudi perempuan. Namun, hasilnya masih terbatas karena belum menyasar akar persoalan, yaitu norma gender yang mengakar kuat. Sejumlah studi menunjukkan bahwa kehadiran panutan (role model) perempuan dapat membantu mengubah persepsi dan mendorong perempuan untuk masuk ke sektor non-tradisional. 

Di tengah pesatnya transformasi digital melalui platform seperti Gojek, Grab, dan lainnya, rendahnya partisipasi perempuan menunjukkan adanya hambatan sistemik yang perlu segera diatasi agar perempuan tidak tertinggal dari peluang ekonomi yang berkembang. Menutup kesenjangan ini bukan hanya soal keadilan, tetapi juga kunci bagi pertumbuhan inklusif. SMERU melakukan studi guna memahami peran norma gender dan faktor sosial dalam partisipasi perempuan sebagai pengemudi ojek online di Indonesia.

Tujuan 

Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana norma gender dan faktor sosial memengaruhi partisipasi perempuan sebagai pengemudi ojek online di Indonesia. Selain itu, studi ini juga mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis role model dan program pendampingan dalam mengatasi hambatan yang mereka hadapi.

Secara khusus, studi ini berfokus pada beberapa hal.

  • Menguji kelayakan dan efektivitas intervensi berbasis video untuk mendorong partisipasi perempuan di sektor ojek online
  • Mengevaluasi strategi rekrutmen guna mengidentifikasi pendekatan yang paling efisien dan efektif
  • Menilai indikasi awal apakah intervensi dapat meningkatkan minat perempuan terhadap pekerjaan ojek online
  • Menguji aspek teknis survei (seperti durasi, tingkat respons, dan tantangan implementasi) sebagai dasar penyempurnaan sebelum uji coba skala besar (randomized controlled trial) dilakukan secara penuh

Temuan penelitian diharapkan menjadi dasar bagi perumusan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran guna meningkatkan keterlibatan perempuan di sektor ojek online serta mendorong kesetaraan gender dalam ekonomi digital.

Metodologi 

Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran untuk memahami minat dan hambatan perempuan memasuki sektor ojek daring di DKI Jakarta.

Studi kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus (focused group discussion/FGD) dengan 10 pengemudi perempuan guna mengeksplorasi norma gender, strategi rekrutmen, serta faktor pendorong dan hambatan bekerja di sektor ride-hailing. Hasil FGD dan wawacara ini kemudian digunakan untuk menyusun intervensi berbasis video yang diberikan kepada responden perempuan pada tahap survei.

Sementara itu, studi kuantitatif melibatkan 100 perempuan berusia 18–45 tahun di Jakarta Barat yang dikunjungi secara berkala melalui survei baseline, midline, dan endline selama tiga bulan. Pada tahap baseline, peserta menonton video intervensi, sedangkan survei midline dan endline dilakukan untuk mengukur perubahan sikap, perilaku pencarian kerja, dan partisipasi kerja pada sektor ride-hailing.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai efektivitas intervensi dan proses pengambilan keputusan para perempuan, dilakukan wawancara kualitatif terhadap 15 responden.

Bagikan laman ini

Penasihat 
Status 
Sedang berjalan
Tahun Penyelesaian 
2026
Pemberi Dana Proyek 
IDInsight
Jenis Jasa
Wilayah Studi