Dampak Peningkatan Mekanisme Perekrutan Guru terhadap Hasil Belajar Siswa di Bukittinggi

Penelitian Kebijakan
Latar Belakang 

Studi ini adalah bagian dari Program RISE di Indonesia, sebuah program penelitian multinegara berskala besar yang bertujuan mempelajari bagaimana sistem pendidikan di negara berkembang mengatasi krisis pembelajaran dan memastikan proses belajar-mengajar yang lebih baik bagi semua pihak. Studi ini adalah salah satu komponen dalam Reform Area B dengan tujuan memahami dampak kebijakan pendidikan di tingkat kabupaten/kota.

Studi diagnostik yang kami lakukan di Bukittinggi mengungkapkan bahwa kualitas guru, sebagai salah satu aktor kunci dalam sistem pendidikan, perlu ditingkatkan untuk menjaga kualitas pendidikan di kota ini. Guru memainkan peran penting untuk memastikan sistem pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi, sebagai pengelola layanan pendidikan setempat, untuk memperhatikan kualitas guru dengan saksama. Kualitas guru honorer yang bervariasi menjadi salah satu perhatian utama karena hal tersebut merupakan implikasi dari proses perekrutan di tingkat sekolah.

Tujuan 
  1. Memetakan kontribusi tiap guru honorer terhadap nilai tambah hasil belajar siswa. Dari sini, Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi dapat merumuskan kebijakan dan membuat program untuk meningkatkan kualitas guru;
  2. Memberikan gambaran mengenai kondisi kemampuan belajar siswa selama pandemi COVID-19 sebagai indikasi adanya penurunan kemampuan belajar siswa akibat belajar dari rumah
Metodologi 

Kami menggunakan metode kuantitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Untuk mengukur nilai tambah yang diberikan guru terhadap hasil belajar siswa, kami menilai kemampuan literasi dan numerasi siswa dengan menggunakan instrumen penilaian hasil belajar siswa (SLA).

Koordinator 
Luhur Bima
Anggota Tim 
Arjuni Rahmi Barasa
Status 
Sedang bejalan
Tahun Penyelesaian 
2022
Pemberi Dana Proyek 
RISE Programme didukung oleh Pemerintah Inggris melalui Department for International Development (DFID), Pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), dan Bill and Melinda Gates Foundation
Mitra Pengelola 
Oxford Policy Management (OPM) dan Blavatnik School of Government di University of Oxford
Mitra Teknis 
Amsterdam Institute for Global Health and Development (AIGHD) dan Mathematica Policy Research
Topik 
Wilayah Studi 

Bagikan laman ini