Sulawesi Selatan

Indonesia

UMKM yang Dimiliki/Dijalankan Laki-Laki dan Perempuan, serta Respons Kebijakan Pemerintah terhadap COVID-19 di Indonesia

Publikasi ini hanya tersedia dalam Bahasa Inggris.

Dampak Pandemi Covid-19 pada Layanan Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA): Studi Kasus di Lima Wilayah di Indonesia

  • Pandemi COVID-19 secara umum menurunkan jumlah kunjungan ke layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA), terutama layanan imunisasi dasar dan penimbangan anak bawah lima tahun, di Kota Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Maros, Kabupaten Badung, dan Kota Kupang.
  • Perubahan pelaksanaan layanan gizi dan KIA di lima wilayah tersebut sudah mengacu pada pedoman layanan gizi dan KIA pada masa pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.
 

PENELITIAN

KAMI

 

  
Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi kontribusi program KOMPAK fase kedua melalui bidang akuntabilitas sosial

Mendorong Pemutakhiran Berkelanjutan terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tidak mutakhir menyebabkan ketaktepatan sasaran dan keterlambatan penyaluran bantuan di awal pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19). Ketakakuratan data ini terjadi karena tidak semua pemerintah kabupaten/kota melakukan pemutakhiran DTKS secara berkala. Beberapa studi di Brasil menunjukkan bahwa data kemiskinan terpadu yang mutakhir dan berkualitas akan meningkatkan efektivitas bantuan sosial dan berkontribusi lebih besar terhadap upaya percepatan penanganan kemiskinan.

Studi Layanan Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada Masa Pandemi COVID-19: Seri Kabupaten Gowa

Layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Kabupaten Gowa menghadapi berbagai macam persoalan yang menghambat pencapaian target layanan tersebut bahkan sejak masa sebelum pandemi penyakit koronavirus (COVID-19). Sebagai wilayah dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak kedua di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa menghadapi tantangan baru dalam menyelenggarakan layanan gizi dan KIA pada masa pandemi ini.

 

PENELITIAN

KAMI

 

  
Studi ini bertujuan untuk memahami dampak pandemi COVID-19 terhadap gizi dan layanan kesehatan ibu dan anak

Akses Perempuan Miskin terhadap Layanan Umum: Studi Endline

Studi ini merupakan bagian dari studi MAMPU, yaitu studi longitudinal yang dilakukan selama enam tahun (2014–2020) melalui kerja sama antara Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (MAMPU) dan The SMERU Research Institute. Studi ini bertujuan mendokumentasikan perubahan akses perempuan miskin terhadap layanan umum pada lima tema penghidupan dari dua sisi, yaitu ketersediaan layanan dan perilaku perempuan miskin dalam mengakses layanan, sepanjang 2017–2019.

Dampak Pandemi Covid-19 pada Layanan Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA): Studi Kasus di Lima Wilayah di Indonesia

  • Pandemi COVID-19 secara umum menurunkan jumlah kunjungan ke layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak (KIA), terutama layanan imunisasi dasar dan penimbangan anak bawah lima tahun, di Kota Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Maros, Kabupaten Badung, dan Kota Kupang.
  • Perubahan pelaksanaan layanan gizi dan KIA di lima wilayah tersebut sudah mengacu pada pedoman layanan gizi dan KIA pada masa pandemi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.

Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa untuk Menangani Dampak Pandemi COVID-19: Cerita dari Desa

  • Program Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT-DD) yang dilaksanakan oleh desa memberi indikasi kemampuan desa dalam mengelola program bantuan sosial secara transparan dan akuntabel.
  • Kunci utamanya adalah musyawarah desa sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi yang berlangsung secara terbuka dan partisipatif.
  • Dibutuhkan kehadiran para pendamping program BLT-DD sebagai aktor yang melakukan verifikasi dan pengawasan terhadap proses demokrasi dalam musyawarah desa.

Bagikan laman ini