Analisis Capaian TPB

Pemantauan, Evaluasi, dan Pembelajaran
Latar Belakang 
Pemerintah Indonesia berhasil menampilkan diri sebagai juara dalam melokalkan dan mengimplementasikan Agenda Pembangunan Berkelanjutan TPB 2030. Di tingkat global, Indonesia telah mempresentasikan Voluntary National Review di acara Forum Politik Tingkat Tinggi (High-Level Political Forum) pada 2017 dan 2019, yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam melaporkan capaian TPB-nya. Di tingkat nasional, Indonesia telah mengembangkan pedoman Metadata TPB yang terperinci tentang cara melokalkan tiap indikator, cara mengukurnya, serta sumber untuk mendapatkan informasi tersebut. Sejalan dengan fokus Agenda 2030 mengenai disparitas di tingkat daerah, pemerintah telah memfasilitasi pengembangan Rencana Aksi TPB provinsi.
 
UNICEF Indonesia telah memberikan dukungan teknis baik kepada Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah terkait pelokalan TPB yang berfokus pada anak-anak. Di antara bentuk dukungan ini adalah kesepakatan mengenai prioritas utama indikator TPB bidang anak pada 2016, diikuti dengan pengembangan bersama Laporan Baseline TPB bidang Anak (data 2016), dan seri 34 Profil Singkat TPB Provinsi  yang merangkum data kunci TPB bidang anak demi perencanaan yang lebih baik. Pada 2019, UNICEF, bersama dengan pemerintah, membuat Analisis TPB 2030 untuk Anak-anak, yang menganalisis faktor-faktor utama pendorong capaian TPB hingga 2030.
 
Melalui Kelompok Kerja gabungan PBB bidang Data untuk TPB, UNICEF mendukung pemerintah dalam mengembangkan dan meluncurkan Dasbor TPB (SDG Dashboard) nasional agar data TPB dapat diakses secara luas oleh para pembuat keputusan dan masyarakat di seluruh Indonesia. Situs web ini sudah tersedia di domain publik daring Bappenas, tetapi data tersebut hanya berasal dari Biro Pusat Statistik (BPS) dan untuk tingkat provinsi. Pada 2021, UNICEF berencana melanjutkan dukungannya kepada pemerintah dalam meningkatkan fitur dasbor ini, termasuk menambahkan sumber data baru untuk mendukung upaya pengawasan capaian TPB tingkat nasional dan daerah.
 
Program Kerja Sama UNICEF dan Pemerintah Negara Indonesia yang baru ini akan diimplementasikan mulai 2021 hingga 2025 dan akan melibatkan BPS, Bappenas, dan mitra penelitian nasional. Untuk mendukung saran dan advokasi kebijakan berbasis bukti di tingkat nasional dan daerah, program ini bertujuan: 
  • mengupayakan agar data TPB paling mutakhir tersedia di Dasbor SDG, untuk mengembangkan laporan capaian TPB; dan
  • membuat rangkaian profil singkat TPB provinsi terkini.
Indonesia juga telah berkomitmen untuk mempresentasikan Voluntary National Review pada acara Forum Politik Tingkat Tinggi pada 2021. Pekerjaan baru ini bertujuan memperkuat kapasitas mitra penelitian nasional dan BPS dalam melakukan pemutakhiran tahunan terhadap analisis capaian TPB bidang anak di Indonesia.
Tujuan 
Fase 1 proyek ini bertujuan 
  1. menghasilkan tabel data berikut analisis capaian indikator-indikator TPB dengan fokus anak-anak; dan
  2. mengembangkan satu set delapan profil singkat Capaian TPB provinsi untuk Anak-anak di Indonesia.
    
Fase 2 proyek ini akan berfokus pada
  1. pengembangan laporan Capaian TPB untuk Anak-anak di Indonesia; dan
  2. pengembangan kapasitas para mitra tingkat nasional untuk analisis statistik dan pemodelan capaian tahunan TPB untuk anak-anak di Indonesia.
Metodologi 
Fase 1—Persiapan dan Laporan Awal
  • Dikembangkan laporan awal dengan daftar prioritas 60 indikator TPB yang telah disepakati. Daftar prioritas ini ditentukan melalui konsultasi dengan staf UNICEF berdasarkan Laporan Baseline TPB yang telah diterbitkan sebelumnya dan konsultasi dengan BPS, Bappenas, Sekretariat TPB, dan lembaga penelitian nasional. Daftar ini juga akan menyertakan indikator TPB global dan indikator TPB khas Indonesia.
  • Sebelum melakukan analisis, Development Pathways, UNICEF, dan SMERU akan berkonsultasi dengan BPS dan menyepakati cakupan analisis dan sumber data administratif. Lembaga ini juga akan mengkaji pedoman Metadata TPB Indonesia terkini.
  • Selama fase persiapan, akan dibentuk kelompok pengarah yang beranggotakan elemen dari BPS, Bappenas, Sekretariat TPB, lembaga penelitian nasional, dan UNICEF. Kelompok pengarah ini akan terus diberi pembaruan informasi terkini mengenai perkembangan kedua fase studi.
  • Sumber data yang tersedia diidentifikasi.
  • Rencana kerja mendetail akan dibuat, termasuk rencana untuk konsultasi dengan anggota kelompok pengarah dan kementerian terkait serta rencana pelatihan.
  • Pihak kontraktor, lembaga penelitian nasional, BPS dan Bappenas mendiskusikan dan menyepakati pembagian tugas yang jelas. 
  
Fase 2—Analisis Capaian TPB dan Penyusunan Profil Singkat TPB Provinsi dan Laporan Nasional 
  1. Analisis Capaian TPB
  • Tren capaian TPB dianalisis sesuai dengan pedoman metadata TPB nasional dari pemerintah dan pedoman indikator TPB global. Jika memungkinkan, agensi/konsultan akan menganalisis data survei tingkat nasional, seperti Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia, Susenas, Riskedas, data administratif dari departemen dan badan-badan pemerintah, dan estimasi antarlembaga PBB.
  • Data dipilah berdasarkan gender, kelompok usia, tingkat ekonomi, geografi daerah, dan status perkotaan/perdesaan.
  • Kontekstualisasi analisis dilakukan dengan memanfaatkan data/informasi yang tersedia dari literatur, laporan rutin sektoral, dan laporan survei, termasuk dampak pandemi COVID-19 terhadap capaian TPB.
  • Pemrofilan target-target TPB terpilih dilakukan melalui konsultasi dengan pihak UNICEF dan akan mencakup setidaknya tujuh bidang prioritas: kemiskinan anak dan perlindungan sosial, gizi, kesehatan, air dan sanitasi, pendidikan, perubahan iklim/pengurangan risiko bencana, dan perlindungan anak. Profil ini harus menyoroti kesenjangan, terutama menurut gender, geografi, kelompok usia, dan status kemiskinan.
  • UNICEF bekerja dengan BPS mengolah data tingkat kabupaten/kota di beberapa provinsi terpilih, yang dapat dimasukkan baik ke dalam laporan maupun profil singkat TPB provinsi.
  • Indikator TPB prioritas yang berfokus pada anak-anak dikonsolidasikan selama lima hingga sepuluh tahun terakhir menjadi pangkalan data Excel yang dapat dibagikan dan akan diunggah ke Dasbor TPB Indonesia.
      
  1. Peningkatan Kapasitas dan Pelatihan
  • Melalui fasilitasi dari BPS, sesi pelatihan daring mengenai statistika dasar, analisis statistik, dan penulisan laporan untuk staf BPS, Bappenas, dan lembaga penelitian nasional akan digelar.
  • Menyusun petunjuk “teknis” untuk analisis tahunan berulang atas capaian TPB bidang anak.
  • Tim kerja inti yang terdiri atas para ahli internasional dan nasional dari lembaga penelitian nasional akan menyelesaikan analisis.
      
  1. Pemberian masukan teknis untuk penyusunan Voluntary National Report (VNR)
    Membagikan hasil analisis statistik dengan pemerintah agar dimasukkan dalam VNR 2021. Pertemuan-pertemuan lanjutan mungkin perlu diadakan untuk mempresentasikan dan menjelaskan hasil analisis dan/atau memberikan masukan khusus tambahan sebagaimana diminta oleh pemerintah.
      
  2. Penyusunan Profil Singkat TPB Provinsi   
  • Profil Singkat TPB Provinsi untuk delapan provinsi fokus UNICEF akan diprioritaskan, diikuti dengan penyusunan laporan dan profil singkat capaian TPB tingkat nasional untuk provinsi-provinsi lainnya.
  • Profil singkat TPB provinsi ini akan serupa dengan profil singkat TPB provinsi versi 2018, dengan deskripsi singkat capaian utama di tiap bidang TPB prioritas, visualisasi data sederhana, dan kartu nilai provinsi. Yang terakhir, jika memungkinkan profil singkat TPB provinsi akan menyertakan sorotan dengan data tingkat kabupaten/kota.
  • Penerjemahan profil singkat TPB provinsi ini akan diurus oleh UNICEF secara terpisah, tetapi peneliti nasional perlu memeriksa hasil penerjemahan. Selain itu, Development Pathways, UNICEF, dan SMERU diharapkan dapat mengerjakan tata letak dan desain versi bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sesuai dengan pedoman pembangunan citra (branding) dan gaya selingkung UNICEF.
Koordinator 
Ridho Al Izzati
Anggota Tim 
Fauzan Kemal Musthofa
Status 
Sedang bejalan
Tahun Penyelesaian 
2021
Pemberi Dana Proyek 
Development Pathways
Wilayah Studi 

Bagikan laman ini