Ridho adalah peneliti senior di The SMERU Research Institute yang berfokus pada penelitian ekonomi pembangunan, khususnya kemiskinan, ketimpangan, dan berbagai isu pembangunan lainnya. Ia telah memimpin dan terlibat dalam sejumlah proyek penelitian berskala besar yang mengkaji dampak guncangan ekonomi dan program perlindungan sosial terhadap kesejahteraan rumah tangga di Indonesia. Dalam pekerjaannya, Ridho merancang penelitian, menulis karya ilmiah, dan berkolaborasi dengan para pembuat kebijakan. Hasil penelitiannya telah dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki pelaksanaan kebijakan sosial. Ridho meraih gelar doktor dalam bidang statistika terapan dari Northumbria University di Newcastle, Inggris. Karya ilmiahnya telah diterbitkan dalam berbagai jurnal tinjauan sejawat (peer-review), seperti World Bank Economic Review, European Journal of Political Economy, Oxford Development Studies, dan American Journal of Epidemiology.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Ridho bekerja sebagai asisten pengajar untuk mata kuliah ekonomi mikro dan makro serta sebagai asisten peneliti di Universitas Padjadjaran. Ia bergabung dengan SMERU pada 2016 dan bekerja di lembaga ini selama hampir sepuluh tahun sebelum menjadi peneliti senior. Disertasinya mengkaji dampak kondisi kehidupan pada masa kanak-kanak terhadap kesehatan jangka panjang kelompok lanjut usia di berbagai negara.
Pada 2015, Ridho meraih peringkat kedua dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Padjadjaran. Skripsinya yang berjudul “Does Inequality Affect Happiness?” mengkaji dampak ketimpangan pendapatan terhadap kesejahteraan subjektif individu di Indonesia. Pada 2025, ia memperoleh hibah penelitian sebesar 8.000 dolar AS dari Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) untuk proyek Employment Transition in ASEAN and East Asia. Pada 2024, ia juga terlibat dalam proyek penelitian tentang perdagangan dan hasil pasar kerja ditinjau dari perspektif gender yang memperoleh pendanaan sebesar 7.000 dolar AS dari Templeton World Charity Foundation.