Made Anthony Iswara

Peneliti Junior
Tentang 

Anthony meraih gelar Bachelor of Arts di bidang liberal studies dengan konsentrasi pada komunikasi massa dari Oklahoma City University, Amerika Serikat, yang bekerja sama dengan Management Development Institute of Singapore (MDIS), Singapura. Ia dianugerahi penghargaan Outstanding Academic Achievement Award (Perunggu) dengan IPK 3,7.

Anthony bergabung dengan SMERU pada 2022 sebagai peneliti kualitatif, dengan spesialisasi pada penelitian dengan metode campuran (kuantitatif dan kualitatif) dan serta komunikasi riset tentang kemiskinan dan ketimpangan. Ia bertanggung jawab atas pengumpulanuntuk mengumpulkan data serta menganalisis dan mendukung diseminasi temuan hasil penelitian. Anthony berupayacita-cita untuk menjembatani penelitian, ilmu komunikasi, dan ekonomi pembangunan untuk memengaruhi kebijakan di bidang penguranganentasan kemiskinan.

Sebelum bergabung dengan SMERU, Anthony adalah jurnalis di koran harian berbahasa Inggris The Jakarta Post, peneliti di media daring Tirto.ID, dan peneliti di organisasi kepemudaan Think Policy.

Anthony meraih lima penghargaan, di antaranya Penghargaan EU4Wartawan 2020 dari Uni Eropa untuk artikelnya yang berjudul “Bagaimana Kesetaraan Gender di Ujung Tanduk Saat Pandemi Menerjang”. Selain itu, penelitiannya yang berjudul “Layanan Perbankan Digital Memacu Transaksi, E- Commerce Kecipratan” mendapatkan Nominasi 10 Besar Kategori Liputan Media Online dalam Anugerah Jurnalistik Kominfo (AJK) 2021. Pada 2021, organisasi nirlaba internasional Climate Tracker memilihnya dari 900 pelamar sebagai salah satu dari 8 orang yang melakukan reportase langsung untuk konferensi iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disebut 26th UN Climate Change Conference of the Parties (COP26) di Glasgow, Skotlandia.

Keahlian 
Penelitian dengan metode campuran, komunikasi riset tentang kemiskinan dan ketimpangan
Pendidikan 
Oklahoma City University yang bekerja sama dengan Management Development Institute of Singapore (MDIS) – B.A., liberal studies dengan konsentrasi pada komunikasi massa

Bagikan laman ini