DI Yogyakarta

Indonesia

Penggunaan Internet oleh Perempuan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil serta Penggunaan Internet oleh Anggota Rumah Tangga di Rumah: Bukti dari Indonesia Selama Pandemi COVID-19

Publikasi ini hanya tersedia dalam bahasa Indonesia

Kajian Dampak Bantuan Iuran Program Jaminan Kesehatan pada Masyarakat Miskin dan Tidak Mampu

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS/JKN) yang sudah terimplementasi selama tujuh tahun terakhir perlu dievaluasi untuk melihat kebermanfaatannya, terutama bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak kepesertaan program JKN terhadap utilisasi pelayanan kesehatan dan proteksi finansial khusus untuk masyarakat miskin dan tidak mampu. Studi ini menggunakan pendekatan utama kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dari wawancara mendalam terbatas. Data yang digunakan adalah Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2011-2020 dan Data Potensi Desa (Podes) 2011-2020. Pendekatan utama untuk evaluasi dampak JKN pada utilisasi pelayanan kesehatan masyarakat miskin menggunakan matched difference-in-difference. Sedangkan, analisis mengenai proteksi finansial akan dilihat berdasarkan hubungan dari kepesertaan JKN masyarakat miskin dengan out-of-pocket (OOP) payment menggunakan analisis two-part models. Hasil analisis menunjukkan adanya dampak positif dan signifikan program JKN terhadap utilisasi rawat jalan (2,5%; 95% confidence interval/CI: 2,0%-3,0%) dan rawat inap (2,4%; 95% CI: 2,2%-2,7%). Dampak terbesar berada pada probabiltas pemanfaatan rawat jalan di Wilayah Maluku-Papua (8,9%; 95% CI: 7,2%-10,6%). Untuk proteksi finansial, kepesertaan program JKN pada rumah tangga miskin berasosiasi dengan pengurangan beban OOP sebesar -23% (95% CI: -41%- -5%). Program JKN diketahui memiliki manfaat yang positif bagi pemanfaatan akses kesehatan masyarakat miskin. Untuk memaksimalkan upaya kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, perluasan kepesertaan JKN harus terus dilakukan hingga akhirnya Indonesia mencapai Jaminan Kesehatan Semesta.

 

 

PENELITIAN

KAMI

 

Penelitian ini bertujuan mendapatkan pemahaman lebih baik tentang kesejahteraan lansia dan program perlindungan sosial yang menyasar kelompok ini.

Pengembangan SiBakul Sebagai Ekosistem Digital UMKM yang Inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menginisiasi rintisan lokapasar lokal SiBakul Jogja sebagai program penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis situs web. Selain untuk mendata UMKM secara sukarela, keberadaan SiBakul sejalan dengan orientasi pelaku UMKM yang bertransaksi melalui platform digital sebagai upaya bertahan hidup pada masa pandemi COVID-19.

Dampak Penggunaan Internet oleh Perempuan Pelaku Usaha Mikro dan Kecil pada Kesejahteraan Rumah Tangga: Studi Kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta

SOROTAN

Mendukung Transformasi Digital Usaha Mikro dan Kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Masa Pandemi COVID-19

Internet terbukti membantu usaha mikro dan kecil (UMK) bertahan hidup–tetapi belum berpengaruh dalam meningkatkan kinerja UMK–pada masa pandemi COVID-19. Percepatan transformasi digital perlu mempertimbangkan karakteristik UMK, terutama motivasi bisnisnya. Kebutuhan dan masalah yang dihadapi UMK subsisten berbeda dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi UMK yang berorientasi pada keuntungan.

Evolusi Kehutanan Masyarakat melalui Perkembangan Lembaga Kemasyarakatan yang Saling Terhubung di Jawa, Indonesia

  
Artikel ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris.

Situasi Lansia di Indonesia dan Akses terhadap Program Perlindungan Sosial: Analisis Data Sekunder

Pemerintah Indonesia terus berupaya menyempurnakan sistem perlindungan sosial agar kesejahteraan seluruh warga negara semakin terlindungi sesuai dengan amanat konstitusi. Salah satu elemen masyarakat yang saat ini membutuhkan perhatian secara khusus untuk mendapatkanperlindungan sosial adalah kelompok orang lanjut usia (lansia). Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susesnas) 2019, jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas atau lansia di Indonesia mencapai 25,7 juta orang atau sekitar 9,6 persen dari seluruh populasi.

 

PENELITIAN

KAMI

 

  
Studi tentang program perlindungan sosial bagi penduduk lansia di tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, pada periode April–Juli 2021.

Badai yang Sama, Bahtera yang Berbeda: Koping Masyarakat Rentan pada Masa Pandemi COVID-19

Pandemi penyakit koronavirus 2019 (COVID-19) telah menimbulkan perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Menanggapi perubahan tersebut, masyarakat rentan melakukan berbagai upaya koping. Berdasarkan sektor penghidupannya, masyarakat rentan dengan penghidupan di sektor nonpertanian mengalami penurunan pendapatan selama pandemi. Sementara itu, masyarakat rentan di sektor pertanian, seperti petani pemilik lahan dan pemilik usaha pertanian, mampu mempertahankan tingkat pendapatannya.

Bagikan laman ini